Promosi Kekerasan, Channel Telegram Asal Iran Diblokir

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 31 Dec 2017 15:14 WIB
irantelegram
Promosi Kekerasan, Channel Telegram Asal Iran Diblokir
CEO dan pendiri Telegram, Parel Durov.

Jakarta: Telegram banyak digunakan di Iran. Di tengah-tengah protes dan demonstrasi oleh masyarakat, pemerintah Iran meminta Telegram untuk mengawasi para penggunanya dengan lebih seksama. 

Telegram adalah platform yang banyak digunakan di Iran dengan lebih dari 40 juta pengguna dari total populasi 80 juta orang. Menurut laporan Recode, Telegram memegang peran penting dalam protes anti-pemerintah. Namun, kemudian, juga muncul massa yang mendukung pemerintah Iran. 

Kemarin, Menteri Telekomunikasi Iran, Mohammad-Javad Azari Jahromi menuliskan pesan CEO dan pendiri Telegram, Pavel Durov via Twitter, memintanya untuk mengawasi pengguna Telegram dengan lebih ketat.

"Sebuah channel Telegram mempromosikan kekerasan, penggunaan bom molotov, demonstrasi bersenjata dan keresahan sosial. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk membatasi pesan-pesan seperti itu via Telegram," tulisnya. 

Beberapa jam kemudian, Durov membalas, mengatakan bahwa Telegram akan menanggapi permintaan pemerintah dengan serius.

"Ajakan untuk melakukan kekerasan dilarang oleh peraturan Telegram. Jika terkonfirmasi, kami akan memblokir channel tersebut, tidak peduli ukuran atau afiliasi politiknya," kata Durov melalui Twitter. 

Setelah itu, Durov tampaknya berhasil mengonfirmasi bahwa sebuah channel di Telegram memang mendorong kegiatan kekerasan dan mengumumkan bahwa Telegram akan menangguhkan channel tersebut. 

Media sosial lain, seperti Facebook dan Twitter, juga pernah menghadapi masalah serupa. Mereka harus bisa menentukan obrolan politik apa yang boleh ditampilkan di platform mereka dan obrolan apa yang dilarang. 


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.