Persiapan Pembangunan R&D Jadi Salah Satu Fokus BukaLapak Tahun Ini

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 10 Jan 2018 18:28 WIB
bukalapak
Persiapan Pembangunan R&D Jadi Salah Satu Fokus BukaLapak Tahun Ini
Bukalapak mengumumkan rencana untuk membangun pusat riset dan pengembangan di Bandung.

Jakarta: Pada acara perayaan ulang tahunnya kedelapan, BukaLapak mengumumkan persiapan pembangunan pusat riset dan pengembangan sebagai salah satu fokus utamanya pada tahun 2018. Pusat riset dan pengembangan tersebut direncanakan untuk diresmikan pada tahun 2019.

"BukaLapak akan membuka kantor riset center terbesar di Bandung pada tahun 2019. Tapi saat ini kami masih dalam tahap persiapan, sedang cari lokasi yang pas di Bandung dan masih menghimpun talenta lokal untuk dukung riset center ini," ujar Founder dan CEO BukaLapak Achmad Zaky.

Pembangunan gedung pusat riset dan pengembangan tersebut juga disebut Zaky direncanakan akan dimulai pada pertengahan tahun 2018. Pusat riset ini ditujukan sebagai basis pengembangan teknologi masa depan yang nantinya, diakui Zaky, akan diaplikasikan pada platform BukaLapak.

Tidak melulu soal software, Zaky juga memastikan bahwa pusat riset dan pengembangannya akan menjadi wadah bagi perusahaannya dalam mengembangkan hardware terkait. Zaky menyebut ingin mengembangkan teknologi Internet of Things (IoT), pembelajaran mesin, pengiriman dengan drone.

Selain itu, BukaLapak juga menargetkan sebesar 30 persen aktivitas terkait teknis akan dipusatkan pada pusat riset tersebut. Aktivitas untuk mahasiswa di Bandung, yang diharapkan dapat membantu menghubungkan mahasiswa dengan industri, sehingga lebih siap dalam memasuki dunia kerja.

Zaky juga menyebut saat ini sudah berdiskusi dalam upayanya untuk menjalin kerja sama dengan pihak pemerintah setempat dan universitas. Pemilihan Bandung sebagai lokasi pusat riset BukaLapak, diakui Zaky berlandaskan sejumlah alasan.

Bandung juga dinilai Zaky sebagai kota pelajar dengan terfokus pada pendidikan terkait teknik dan teknologi terbesar di Indonesia. Sebab di kota tersebut, universitas dengan jurusan teknik lebih banyak jika dibandingkan dengan kota lainnya.

Selain itu, kehadiran ini menjadi wujud tanggung jawab BukaLapak dalam mengembangkan talenta lokal di Indonesia. Saat ini, pusat riset dan pengembangan tersebut telah didukung oleh 20 orang teknisi, dan BukaLapak menargetkan untuk menambah dukungan teknisi tersebut menjadi 200 orang.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.