BlackBerry KEYone di Indonesia Hanya Tersedia 20 Ribu Unit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 23 Nov 2017 17:23 WIB
blackberrysmartphonebb merah putih
BlackBerry KEYone di Indonesia Hanya Tersedia 20 Ribu Unit
BlackBerry KEYone. (MTVN)

Jakarta: BlackBerry sempat merajai pasar ponsel. Namun, sekarang posisi tersebut telah digantikan oleh Samsung dan Apple.

BlackBerry sendiri telah memutuskan untuk berhenti membuat smartphone dan hanya menjual lisensi. BB Merah Putih menjadi pemegang lisensi merek smartphone BlackBerry di Indonesia. 

Sebagian orang mungkin mempertanyakan eksistensi BlackBerry di Indonesia. Pada bulan Maret lalu, melalui BB Merah Putih, BlackBerry memperkenalksn smartphone baru, BlackBerry Aurora.

Sekarang, BlackBerry kembali meluncurkan smartphone baru. Tidak tanggung-tanggung, smartphone baru yang dibawa adalah KEYone. 

Meskipun begitu, BB Merah Putih sadar smartphone premium tidak bisa terjual dalam jumlah banyak layaknya smartphone kelas pemula. Dalam acara peluncuran KEYone, COO BB Merah Putih, Sukaca Purwakardjono mengatakan bahwa KEYone tersedia dalam jumlah terbatas, yaitu 20 ribu unit.

Namun, dia juga mengaku bahwa jika permintaan konsumen akan smartphone ini tinggi, maka BB Merah Putih siap untuk membawa lebih banyak KEYone. 

Sukaca menjelaskan, penjualan 20 ribu unit itu merupakan target BB Merah Putih hingga kuartal satu tahun depan. Untuk masalah distribusi, dia memperkirakan 15 persen akan dijual melalui kanal online sementara 85 persen sisanya akan dijual melalui kanal offline



Saat ditanya mengenai strategi BlackBerry di Indonesia, Sukaca menjelaskan bahwa ada 3 hal penting untuk bisa sukses di pasar smartphone Indonesia, yaitu merek, produk dan distribusi. Meski sempat ragu, Sukaca merasa merek BlackBerry masih cukup populer di Indonesia.

"Sebenarnya BlackBerry masih hadir di masyarakat Indonesia," katanya. 


Permintaan Aurora -- smartphone kelas menengah yang BB Merah Putih luncurkan pada awal Maret lalu -- dinilai 'lumayan bagus', dan antusiasme masyarakat dirasa cukup tinggi selama proses pemesanan KEYone.

"Ada beberapa e-commerce yang telah kehabisan stok," kata Sukaca dalam peluncuran KEYone.

Sukaca merasa, satu-satunya pekerjaan rumah BB Merah Putih adalah memastikan distribusinya merata. "Karena kompetisi tidak hanya dari sisi produk, tapi juga distribusi agar sampai ke toko-toko."

Dihargai Rp8.999.000, KEYone tidak mahal. Setidaknya menurut Sukaca. "Kita lihat, pasar KEYone itu memang niche, membidik orang-orang yang memang produk bagus dan punya kebanggaan," ujarnya.

Dia menganggap, harga KEYone masih masuk akal dan bisa diterima oleh masyarakat. Selain itu, dia juga melihat bahwa masyarakat Indonesia mulai bersedia untuk mengeluarkan uang lebih untuk membeli smartphone


(MMI)