Setelah Perbarui OS, Pengguna Samsung Gear S3 Keluhkan Baterai Boros

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 04 Dec 2017 14:00 WIB
samsung
Setelah Perbarui OS, Pengguna Samsung Gear S3 Keluhkan Baterai Boros
Sejumlah pemilik Samsung Gear S3 mengeluhkan permasalahan terkait konsumsi baterai setelah melakukan update ke Tizen 3.0.

Jakarta: Update sistem operasi Samsung Tizen 3.0, telah bergulir kurang dari dua minggu lalu. Namun, pengguna yang telah melakukan instalasi update tersebut mengeluhkan beberapa permasalahan yang dialami pada perangkat Samsung Gear S3 tersebut.

Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan pengguna adalah konsumsi daya baterai yang tergolong boros setelah perangkat wearable Samsung menjalankan sistem operasi versi terbaru tersebut.

Sayangnya, hingga saat ini masih belum diketahui jumlah perangkat Gear S3 yang terkena dampak dari permasalahan konsumsi baterai. Samsung juga masih enggan berkomentar terkait dengan komplain tersebut.

Phone Arena menyebut membutuhkan waktu cukup lama hingga dapat diketahui dengan pasti bahwa Tizen 3.0 merupakan penyebab dari konsumsi baterai Gear S3 yang memendek. Selain itu, pengguna Gear S3 lain juga menemukan bug lain setelah melakukan update ke Tizen 3.0.

Bug lain tersebut mencegah perangkat menggunakan tampilan tema yang telah disesuaikan. Namun, permasalahan tersebut dilaporkan dapat diselesaikan dengan melakukan reset mendasar, atau Factory Reset pada smartwatch.

Sayangnya, tindak factory reset tersebut tidak dapat membantu permasalahan terkait dengan konsumsi daya. Permasalahan ini hanya dapat diselesaikan melalui update software, sehingga pemilik perangkat bermasalah diminta untuk bersabar menunggu perbaikan dari Samsung.

Sementara itu sebelumnya, Samsung dikabarkan akan menghadirkan smartphone berdesain lipat pertamanya, yaitu Galaxy X, di pasar pada tahun 2018 mendatang. Informasi tersebut mendukung keberhasilan Samsung dalam mengembangkan panel lipat dengan level lekuk 1.0R.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.