Giliran Skype Terancam Hengkang dari Tiongkok

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 22 Nov 2017 08:38 WIB
teknologi
Giliran Skype Terancam Hengkang dari Tiongkok
Logo layanan Skype milik Microsoft

Jakarta: Microsoft tampaknya akan meradang setelah layanan video chat Skype miliknya terancam terblokir selama dari Tiongkok. Peristiwa ini diawali dari langkah Apple menghapus Skype dari toko aplikasi miliknya.

Menurut New York Times, sejak akhir Oktober layanan Skype tidak bisa lagi ditemukan di App Store, dan pihak Apple mengakui hal tersebut. Langkah itu dilakukan setelah Apple menerima teguran dari pemerintah Tiongkok, Kementerian Keamanan Publik.

Pemerintah Tiongkok menyebut layanan Skype tidak aman. Bisa ditebak, langkah ini merupakan cerminan dari sebutan The Great Firewall yang disematkan untuk Tiongkok. Sebuah kondisi layanan internet asing tidak bisa beroperasi di negara tersebut.

Jika dugaan tersebut benar, Skype akan menyusul beberapa layanan milik Google serta WhatsApp milik Facebook yang tidak bisa diakses di Tiongkok. Pihak Apple yang dihubungi  mengaku Skype tetap tersedia untuk negara lain.

Sedikit berbeda dengan tanggapan dari Microsoft. Microsoft menuturkan bahwa kondisi ini hanya sementara dan pihaknya akan menghadirkan kembali layanan Skype secepat mungkin.

Namun, menakar dari kondisi yang terjadi, kemungkinan besar Skype akan menyusul aplikasi Google dan Facebook yang sudah lebih dulu diblokir. Skype juga dihapus dari layanan toko aplikasi lainnya yang ada di Tiongkok, bahkan unduh lewat situs pun sudah tidak bisa dilakukan.

Jika melihat 'korban' kebijakan pemerintah Tiongkok dalam layanan internet yang tersedia di negara tersebut, pemerintah setempat tidak mengizinkan aplikasi atau layanan yang menyedian fitur enkripsi end-to-end alias hanya pengirim dan penerimanya yang bisa membaca isi pesan.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.