Tim Google Sudah Temukan Celah Prosesor Intel Sejak Tahun Lalu

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 04 Jan 2018 12:58 WIB
googlecyber security
Tim Google Sudah Temukan Celah Prosesor Intel Sejak Tahun Lalu
Google mengumumkan telah melakukan tindak perlindungan terkait dengan permasalahan pada chipset prosesor.

Jakarta: Pada unggahan blog terbarunya, Tim Google Security mengumumkan upaya yang telah mereka lakukan untuk melindungi pelanggan Google Cloud, terkait kerentanan yang baru-baru ini diumumkan.

Google juga mengindikasikan bahwa tim Project Zero telah menemukan kerentanan terkait prosesor ini pada tahun 2017, meski tidak menyebutkan waktu penemuan secara spesifik. Selain itu, Google juga menyatakan bahwa telah menginformasikan temuan tersebut kepada produsen chipset.

Temuan berupa penyebab proses disebut sebagai proses eksekutif spekulatif dijelaskan Google sebagai teknik lebih canggih. Teknik tersebut memungkinkan chipset untuk menebak instruksi yang akan diperintahkan selanjutnya untuk mempercepat eksekusi.

Sayangnya, kapabilitas tersebut rentan terhadap pelaku kejahatan, dan memungkinkan akses informasi penting yang tersimpan di memori, termasuk kunci enkripsi dan password. Menurut Google, hal ini dialami oleh seluruh chip termasuk karya AMD, ARM, dan Intel.

Namun, AMD secara tegas membantah bahwa chipset karyanya memiliki masalah tersebut. Sementara itu pada unggahan blog, Intel membantah kerentanan tersebut hanya terdapat pada chipset karyanya, dan menyebut menemukan laporan bahwa permasalahan serupa juga dialami produsen lain.

Tim keamanan Google menyebut bahwa mereka telah mulai mengambil tindakan untuk melindungi layanan Google dari permasalahan tersebut segera setelah menemukannya.

Keputusan untuk tidak segera mengungkapkan ke publik bertujuan untuk menjadi bagian dari siaran pers hasil kordinasi dengan pihak terkait pada 9 Januari mendatang.

Saat bocoran informasi ini beredar, Google, Intel, dan pihak terkait lain memutuskan untuk merilis informasi guna menghentikan spekulasi. Pengguna Google Apps atau G Suite tidak perlu melakukan apapun, sementara pengguna layanan Google Cloud lain disarankan untuk melakukan perlindungan yang disampaikan pada unggahan blog ini untuk mengurangi risiko.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.