Tumpukan iPhone Jadi Barang Bukti Polisi AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 18 Nov 2016 11:41 WIB
appleiphone
Tumpukan iPhone Jadi Barang Bukti Polisi AS
iPhone Apple menumpuk di ruang penyimpanan barang bukti. (AFP PHOTO / DON EMMERT)

Metrotvnews.com: Dalam update iOS yang Apple luncurkan pada musim gugur 2014, Apple memberikan fitur keamanan yang membuat iPhone hampir mustahil diakses tanpa izin pemiliknya. 

Fitur keamanan ini, yang menggunakan enkripsi, disambut dengan baik sebagai alat untuk melindungi privasi. Namun, ia juga menimbulkan protes dari para penegak hukum, yang menyebutkan, alat ini dapat mempersulit mereka untuk mengakses bukti digital dari sebuah kejahatan yang ada pada ponsel.

Jaksa Wilayah Manhattan, Cyrus Vance Jr. merupakan salah satu pihak yang melakukan kritik paling keras terkait hal ini. Dia berkata, di kantornya, jumlah perangkat Apple yang menjadi barang bukti tapi tidak bisa diakses telah meningkat 4 kali lipat sejak tahun lalu menjadi 423 unit. 

Vance berkata, gunungan perangkat Apple di kantornya hanyalah ujung dari gunung es, seperti yang disebutkan oleh Fortune.

"Semua kasus ini hanya berasal dari kawasan New York. Di Amerika Serikat, terdapat 20 ribu kawasan. Perhitungan kasarnya, ada ribuan perangkat yang terkunci," katanya.

Dalam sebuah acara keamanan pada hari Kamis pagi yang dihadiri oleh Sekretaris Departemen Ketahanan Dalam Negeri, Jeh Johnson, Vance menegaskan bahwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan menjadi tidak dapat dipecahkan karena para penyelidik tidak dapat mengakses iPhone.

Sebelum ini, Vance telah mencoba mengangkat isu ini. Dengan banyaknya ponsel Apple yang menjadi barang bukti, hal ini dapat mendorong Apple untuk mengubah pendapatnya terkait pengguna enkripsi dalam iPhone, terutama setelah Donald Trump menjadi presiden terpilih.

Sebelum ini, Trump sempat mendorong masyarakat untuk memboikot Apple karena perusahaan teknologi itu menolak untuk membuat backdoor pada iPhone dalam kasus penembakan San Bernardino untuk FBI.

Meskipun begitu, Apple tampaknya bersikukuh pada pendiriannya. Mengacu pada surat yang dibuat oleh CEO Apple Tim Cook sebelum ini, juru bicara Apple menyebutkan bahwa keamanan untuk semua pengguna yang diberikan oleh enkripsi dirasa lebih penting daripada kemudahan yang didapat pihak berwajib untuk melakukan investigasi.

Cook juga memperingatkan, memaksa perusahaan untuk tidak menggunakan enkripsi dapat menimbulkan masalah, terutama karena saat ini, isu pengawasan yang dilakukan pemerintah tengah berkembang.

Namun, sebenarnya masih belum jelas seberapa jauh enkripsi Apple mempersulit polisi untuk memecahkan kasus yang mereka hadapi. Minggu lalu, Penasehat Hukum FBI Jim Baker berkata, dalam kasus menyangkut smartphone, persentase keberhasilan FBI untuk mengakses data yang mereka butuhkan adalah 87 persen.

Sementara pada kasus-kasus penting, para pihak berwajib dilaporkan akan membeli kelemahan dari pihak ketiga seperti Cellebrite untuk dapat mengakses data pada iPhone.


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /