Gara-Gara Internet, Speaker Pintar Google Home Ikut Sebarkan Berita Palsu

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Mar 2017 11:32 WIB
google
Gara-Gara Internet, Speaker Pintar Google Home Ikut Sebarkan Berita Palsu
Google Home hanya mengambil jawaban dari pencarian di internet. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)

Metrotvnews.com: Berita palsu kini juga menyebar lewat Google Home, smart speaker dari Google. Menurut Google Home, Partai Republik AS adalah sekelompok Nazi dan mantan presiden Barack Obama kini sedang merencanakan kudeta untuk menggulingkan pemerintahan sekarang.

Berita itu salah. Namun, karena asisten virtual Google hanya mengeluarkan hasil pencarian online ketika ditanya, ia tidak bisa menyaring berita palsu, seperti yang disebutkan oleh Quartz.

Pada tanggal 5 Maret, koresponden teknologi BBC News, Rory Cellan-Jones bertanya pada Google Home apakah mantan presiden AS Obama berencana melakukan kudeta.
 
Menurut Google Home, Obama "diam-diam membantu Komunis Tiongkok" dan mungkin "berencana untuk melakukan kudeta komunis pada akhir masa jabatannya."

Tidak berhenti sampai di situ, saat Danny Sullivan, pendiri situs Marketing Land dan Search Engine Land, bertanya pada Google Home apakah pembela Partai Republik fasis, dia mendapatkan jawaban yang terdengar palsu.
 
Jika pertanyaan ini ditanyakan pada Amazon Echo, ia akan menjawab bahwa ia tidak mengerti pertanyaan yang diajukan. 

Jawaban dari Google Home menunjukkan kelemahan dalam sistem pencarian Google. Ketika seseorang bertanya fakta dasar seperti "Apa ibukota Prancis", jawaban yang muncul biasanya disertai dengan "Knowledge Graph", satu atau beberapa paragraf yang berisi fakta-fakta yang Google kumpulkan dari berbagai situs terpercaya. Ia muncul dalam kotak pada bagian paling atas hasil pencarian. 

Namun, terkadang, Google hanya memunculkan kutipan dari satu situs, yang disebut "Featured Snippet". Menanyakan pertanyaan yang tidak biasa, biasanya mendorong Google untuk mencari jawaban dari situs yang tidak biasa juga, seperti yang disebutkan oleh The Outline

Sebelum ini, Google pernah mendapat kecaman karena menunjukkan jawaban yang salah pada berbagai pertanyaan, termasuk ketika ia membantah bahwa Holocaust pernah terjadi. Google terpaksa memperbaiki masalah ini secara manual.

Juru bicara Google mengatakan, mereka akan memperbaiki masalah seperti itu secara manual ketika masalah itu dilaporkan pada mereka. 

"Featured Snippets di Search menyediakan jawaban otomatis berdasarkan algoritma atas sebuah jawaban. Dan konten berasal dari situs pihak ketiga. Sayangnya, ada waktu ketika kami mengambil jawaban dari situs dengan konten yang salah atau tidak sesuai," ujar sang juru bicara. 

"Ketika kami diberitahukan tentang Featured Snippet yang melanggar peraturan kami, kami bekerja dengan cepat untuk menghilangkannya, yang telah kami lakukan dalam kasus ini. Kami meminta maaf jika ada pihak yang tersinggung atas kejadian ini."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.