Rampingkan Operasional, Facebook Bakal Pangkas Pegawai

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:57 WIB
facebook
Rampingkan Operasional, Facebook Bakal Pangkas Pegawai
Facebook menggabungkan operasional penjualannya di Eropa, dan berdampak pada 30 pegawai di Jerman.

Metrotvnews.com: Pertumbuhan bisnis periklanan Facebook secara global, tidak menghentikan upayanya untuk memperkecil operasionalisasinya di pasar tertentu.

Facebook dilaporkan tengah menggabungkan operasi penjualannya di Eropa, terfokus pada usaha kecil dan menengah.

Proses penggabungan ini berdampak pada pengurangan pegawai pekerjaan termasuk di Hamburg, Jerman, sebanyak 30 orang. Pengurangan ini dilaporkan berpengaruh pada pegawai yang dikontrak melalui pihak ketiga.

Jumlah tersebut merupakan angka kecil jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan pegawai Facebook yaitu sebanyak 15.724 orang hingga akhir September lalu.

Meskipun demikian, langkah pengurangan pegawai ini dinilai sebagai langkah yang rutin dilakukan oleh salah satu perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia ini. Hingga saat ini, masih belum diketahui alasan lain yang mendasari keputusan Facebook ini.

Sebelumnya, kantor perwakilan Facebook yang berlokasi di Hamburg menangani bisnis UKM, menjual iklan di Facebook dan Instagram untuk pasar berbahasa Jerman seperti Jerman, Austria dan Swiss, serta Turki dan Israel. Namun, setelah pengabungan bisnis ini, wilayah tersebut akan ditangani oleh kantor perwakilan di Dublin dan Lisabon.

Penutupan kantor tersebut dilaporkan tidak akan mempengaruhi aktivitas UKM di Hamburg dan wilayah Jerman lainnya. Menurut Tech Cruch, Facebook masih akan melakukan kegiatan marketing untuk UKM dalam bentuk konten online dan event.

Sementara itu, pada bulan September lalu Facebook mengumumkan telah melayani empat juta pengiklan pada platform, namun tidak menjelaskan secara mendetil jumlah atau performa di wilayah tertentu. Bisnis iklan Facebook ini juga menghadapi sejumlah penolakan di beberapa wilayah, termasuk di Jerman.

Di negara tersebut, Facebook sering kali menghadapi permasalahan terkait hal ini dari badan pengawasan keamanan data. Jerman juga menjadi negara pertama di Eropa yang melarang Facebook untuk berbagi data dengan WhatsApp, aplikasi pesan instan miliknya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.