Hacker Curi Lebih dari 20 Juta Akun Situs E-Commerce Tiongkok

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 06 Feb 2016 11:40 WIB
alibaba
Hacker Curi Lebih dari 20 Juta Akun Situs E-Commerce Tiongkok
Jack Ma, CEO Alibaba, pemilik Taobao. (CHINAFOTOPRESS)

Metrotvnews.com: Di hari Kamis (4/2/2016) kemarin, salah satu perusahaan internet terbesar asal Tiongkok, Alibaba mengakui bahwa situs marketplace mereka, Taobao, mengalami peretasan massal di tahun lalu. Dalam serangan tersebut, para hacker berhasil mendapatkan akses ke 20,59 juta pengguna akun Taobao.

Serangan pada situs marketplace terbesar di Tiongkok ini terjadi di bulan Oktober tahun lalu. Ketika itu, para hacker berhasil membuat sebuah database yang berisi 99 juta username dan password untuk akun Taobao, begitu lapor Reuters. Mereka lalu mulai mencoba data yang berhasil mereka dapatkan dan menemukan 20,59 juta username yang sesuai dengan dengan password yang mereka temukan. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa puluhan juta orang tersebut merupakan pengguna aktif Taobao.

Alibaba, pemilik Taobao, mengatakan bahwa mereka menyadari terjadinya serangan ini dan berhasil mencegah sebagian besar usaha para hacker untuk masuk ke dalam akun yang datanya tercuri. Kemudian, mereka melaporkan hal ini pada polilsi. Sayangnya, mereka tidak menyebutkan berapa besar kerugian yang diderita oleh para pengguna yang akunnya tercuri.

Mashable melaporkan, Taobao adalah situs paling populer ke 12 di dunia. Di Tiongkok, ia berhasil menduduki peringkat 3. Situs yang menyerupai eBay ini diperkirakan memiliki pengguna terdaftar sebanyak 265 juta.  The Paper, media asal Tiongkok, menyebutkan bahwa para hacker ingin mendapatkan akun Taobao karena mereka ingin menjual akun tersebut kepada para scammer. Akun palsu dapat digunakan untuk melakukan pembelian palsu untuk meningkatkan peringkat penjual.

Polisi Tiongkok dilaporkan melakukan konferensi media di awal minggu ini untuk menjelaskan serangan yang terjadi pada Taobao ini. Dalam konferensi ini, polisi menyebutkan bahwa mereka telah menangkap 25 tersangka terkait kasus ini.

Pihak polisi juga menyebutkan bahwa di tahun lalu, Alibaba juga pernah mengalami peretasan. Para hacker berhasil mendapatkan kendali dari akun seorang penjual dengan nama besar yang mengakibatkan penipuan pada sekitar 1.700 klien di luar Tiongkok dengan total penjualan sebesar USD1 juta.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.