AppsFlyer Gelar MasterClass untuk Asia Tenggara

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 23 Nov 2018 10:11 WIB
teknologi
AppsFlyer Gelar MasterClass untuk Asia Tenggara
AppsFlyer meluncurkan MasterCalss pemasaran mobile secara eksklusif di Asia Tenggara.

Jakarta: AppsFlyer meluncurkan MasterCalss pemasaran mobile, untuk startup dan bisnis di Asia Tenggara. Kelas berbayar akan pertama kali diselenggarakan di tiga negara di Asia Tenggara, yaitu SIngapura, Thailand, dan Indonesia, sebelum di negara lainnya.

MasterCalss ini akan dipimpin Director of Learning & Development AppsFlyer Asia Pasifik Jonah Kadish, dengan topik meliputi atribusi mobile, analisis pemasaran, dan penggunaan platform AppsFlyer.

Kelas-kelas ini juga akan membahas pelacakan tautan, analisis, dan deep linking atau memperdalam kemampuan dan keahlian penting peserta untuk meningkatkan tingkat pengembalian investasi bagi bisnis, secara lebih baik.

“Penetrasi mobile dan internet di Asia Tenggara memberikan peluang sangat besar bagi pemimpin di bidang teknologi dan para pemasar aplikasi," ujar President & Managing Director AppsFlyer Asia Pasifik Ronen Mense.

"Ini akan meningkatkan pertumbuhan bisnisnya, mengedukasi konsumen, dan memberi dampak bagi komunitas. Mobile telah menjadi platform penting bagi perusahaan dalam menjangkau target audiens dan pengguna mereka.” 

Penyelenggaraan kelas eksklusif ini juga disebut Mense sebagai bagian dari investasi dalam jumlah besar di Asia Tenggara yang telah dijanjikan setelah putaran penggalangan dana yang dilakukan AppsFlyer pada tahun 2017 lalu.

Inisiatif ini diharapkan AppsFlyer dapat membantu perusahaan di wilayah Asia Tenggara pemilik aplikasi mobile untuk meningkatkan usaha pemasaran, serta meningkatkan keterlibatan perusahaan dengan konsumen dan pengguna.

Hingga saat ini, AppsFlyer menyebut kelas eksklusif yang diselenggarakannya mendapatkan respons baik dari sejumlah perusahaan, termasuk DBS, Mindshare, Capitaland, dan Skyscanner. Sejumlah perusahaan ini telah mengikuti kelas berdurasi satu hari tersebut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.