Sinar Biru Ponsel dan Tablet Percepat Kebutaan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 07 Feb 2019 18:13 WIB
teknologi
Sinar Biru Ponsel dan Tablet Percepat Kebutaan
Penelitian menyebut sinar biru dari perangkat elektronik dapat mempercepat kebutaan.

Jakarta: Penelitian terbaru karya peneliti dari University of Toledo menyebut bahwa pancaran sinar biru dari smartphone, tablet, laptop, dan televisi dapat mempercepat kebutaan pada mata penggunanya.

Paparan sinar biru ini dapat merusak penglihatan dan menghasilkan molekul berbahaya pada sel sensitif cahaya di mata manusia. Peneliti menyebut bahwa sinar biru dapat mempercepat degenerasi makula dan penyakit mata lainnya, lapor CNET.

Pada penelitian ini, peneliti memaparkan sel hidup terhadap berbagai jenis cahaya. Mereka menemukan bahwa paparan sinar biru memicu reaksi yang menciptakan molekul kimia berbahaya di sel photoreceptor, yaitu sel di retina yang bertugas untuk merespons cahaya.

Penelitian ini ditujukan untuk memahami cara sel merespons paparan sinar biru setiap hari dari berbagai perangkat seperti ponsel dan TV. Cahaya yang berasal dari ponsel seluler disebut peneliti Dr Peyton tidak besar dan masih dapat ditoleransi. Dan sejumlah perusahaan ponsel saat ini telah menambahkan penyaring sinar biru pada pengaturan layar perangkat mereka. Ini dinilai sebagai ide yang baik.

Penyakit mata seperti degenerasi makula disebabkan oleh kerusakan pada sel sensitif cahaya di retina. Penyakit ini terkait dengan usia dan dapat menyebabkan kebutaan. Menurut laporan Brightfocus Foundation, organisasi nirlaba pendukung penelitian ini, saat ini terdapat 11 juta warga Amerika Serikat yang menderita degenerasi makula.

Jumlah penderita penyakit penglihatan tersebut diprediksi akan meningkat dua kali lipat hingga tahun 2050 mendatang. Sementara itu, peneliti lain dari penelitian University of Toledo, Dr. Ajith Karunarathne, menyebut bahwa masyarakat harus menggunakan kacamata hitam.

Bukan kacamata hitam biasa yang dia maksud, tapi kacamata hitam yang dapat menyaring sinar UV dan sinar biru ketika pengguna berada di luar ruangan. Selain itu, masyarakat perlu berhenti menggunakan smartphone, laptop, dan perangkat serupa dalam gelap.

Opsi lain yang disebut membantu melindungi mata adalah dengan menggunakan kacamata berlensa berwarna oranye yang dapat menghalangi sinar biru. 


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.