Kanada dan Prancis Buka Diskusi Etika AI

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 10 Dec 2018 16:45 WIB
kecerdasan buatan
Kanada dan Prancis Buka Diskusi Etika AI
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Photo by MARTIN OUELLET-DIOTTE / AFP)

Jakarta: Kecerdasan buatan berkembang dengan sangat pesat. Kanada dan Prancis ingin memastikan bahwa proses pengembangan AI juga disertai dengan kajian etika dan moral terkait teknologi itu.

Dua negara itu baru saja mengumumkan rencana mereka untuk membuat IPAI (International Panel on Artificial Intelligence), sebuah platform untuk mendiskusikan tentang "adopsi AI yang bertanggung jawab dengan manusia sebagai fokus dan berpusat pada HAM, inklusi, diversitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi", menurut mandat dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, lapor Engadget.

Masih belum diketahui negara mana saja yang akan ikut berpartisipasi. Namun, Mounir Mahjoubi, Sekretaris Negara untuk Urusan Digital Prancis mengatakana bahwa rencana ini akan menyertakan negara G7 dan negara-negara Uni Eropa, menurut laporan Technology Review.

Pembahasan terkait AI ini tidak hanya diikuti oleh para politikus. Prancis dan Kanada juga berencana menyertakan komunitas peneliti dan juga para ahli industri dan bidang sosial.

Pengembangan AI memang membuat sebagian orang merasa khawatir akan skenario terburuk yang mungkin terjadi. Namun, ini akan membuat kita tidak bisa melihat dampak positif yang bisa diberikan oleh AI.

IPAI dibuat dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan seperti bagaimana kita membangun AI yang bisa menguntungkan masyarakat umum dan HAM? Apa dampak penggunaan AI dan robot bagi para pekerja manusia? Bagaimana kita mengembangkan AI yang bisa kita percaya?

Setidaknya, panel ini akan bisa memulai diskusi moralitas terkait AI. Sementara para ahli ternama seperti Elon Musk dan Stephen Hawking menyebutkan bahwa AI bisa memberikan dampak yang sangat buruk pada manusia, peringatan mereka sangat ekstrem.

Dengan membahas isu yang mungkin muncul, kita akan bisa mencegah masalah yang mungkin akan terjadi.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.