Dua Solusi Anyar Siemens Healthineers untuk Transformasi Medis

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 23 Dec 2018 12:01 WIB
corporatetransformasi digital
Dua Solusi Anyar Siemens Healthineers untuk Transformasi Medis
Solusi anyar Siemen Healthineers untuk transformasi medis

Jakarta: Populasi Indonesia yang mendekati angka 270 juta menjadikannya sebagai negara terpadat ke-4 di dunia, dan termasuk sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Indonesia juga telah mengalami perkembangan infrastruktur yang pesat di berbagai sektor, termasuk di bidang layanan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, baik dalam bentuk Kemitraan Publik-Swasta (Public-Private Partnerships/PPP) maupun diperkenalkannya asuransi kesehatan nasional (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN).

“Sebagai perusahaan, kami ingin membantu pelanggan meningkatkan akurasi pemeriksaan, kualitas layanan kesehatan dan pengalaman pasien, serta digitalisasi layanan medis,” kata Alfred Fahringer, Country Lead, Siemens Healthineers, Indonesia.
 
Siemens Healthineers mengumumkan inovasi barunya, mengklaim dapat membantu para profesional medis dan penyedia layanan kesehatan mengambil langkah selanjutnya  mentransformasi praktik medis bagi pasien di Indonesia.

“Kami memperkenalkan dua inovasi terbaru, yaitu sistem CT SOMATOM go.Top dan sistem ultrasound ACUSON Juniper,” imbuhnya.
 
“Pemindai ini dapat dikelola melalui tablet yang dapat digunakan untuk mengendalikan semua pemeriksaan rutin dan lanjutan sehingga setiap pengguna dapat tetap dekat dengan pasien selama proses persiapan pemindaian,” ujar Dede Yan, South East Asia CT Business Manager, Siemens Healthineers.

“SOMATOM go.Top menawarkan kemampuan CT spektral dengan pencitraan TwinBeam Dual Energy yang memungkinkan visualisasi informasi yang seringkali tak terlihat,” lanjutnya. 
 
Di ranah ultrasound, Siemens Healthineers meluncurkan ACUSON Juniper. ACUSON Juniper berbobot 76 kilogram diklaim memiliki sistem yang 40 persen lebih senyap ketimbang sistem ultrasound pada umumnya.

Sistem ini dilengkapi dengan monitor LED 21,5 inci yang dapat disesuaikan untuk mendapatkan posisi ergonomis optimal, serta panel sentuh berukuran 13,3 inci yang dapat diatur dengan respons cepat.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.