Tiongkok Pasang Pengenal Wajah di Rumah Susun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 01 Jan 2019 18:09 WIB
teknologi
Tiongkok Pasang Pengenal Wajah di Rumah Susun
Penggunaan teknologi pengenal wajah pada kamera pengawas atau CCTV. (Gilles Sabrié / The Washington Post)

Jakarta: Kehadiran jutaan kamera pengawas atau CCTV yang digunakan pemerintah Tiongkok untuk memantau warga negaranya memang cukup mencemaskan bagi mereka yang merasa privasinya terganggu.

Kini pemerintah Tiongkok juga punya alasan positif untuk menghadirkan kamera pengawas hingga ke fasilitas rumah subsidi pemerintah seperti rumah susun, mengutip laporan South China Morning Post.

Pemerintah setempat di Beijing, Tiongkok, berencana menghadirkan teknologi pengenal wajah pada kamera pengawas mereka yang akan dipasang di banyak fasilitas rumah susun. Tujuannya untuk mengurangi angka kekerasan rumah tangga dan tindak kriminal.

Rencananya pemerintah kota Beijing akan menghadrikan teknologi tersebut mencakup 120.000 penghuni rumah susun hingga akhir bulan Juni 2019. Teknologi pengenal wajah tersebut juga akan terhubung langsung dengan fitur smart lock yang terpasang di setiap hunian yang tersedia.

Sejauh ini sudah ada 47 fasilitas dengan lebih dari 100.000 data penghuni yang sudah dikumpulkan dari teknologi ini. Manfaatnya, fasilitas hunian menjadi lebih aman karena sistem teknologi hanya akan memberikan akses bagi penghuni yang wajahnya sudah dikenali sementara orang asing tidak.

Manfaat lainnya, data yang dikumpulkan terkait usia pengghuni juga bisa digunakan untuk memantau warga di usia lansia yang tinggal sendiri atau mengetahui anggota keluarga yang lansia kapan mereka meninggalkan rumah dan apakah sudah kembali atau belum.

Fasilitas rumah subsidi pemerintah seperti rumah susun merupakan fasilitas yang banyak diburu oleh masyarakat, karena bisa disewa dengan harga yang terjangkau.

Mengingat seluruh data diri masyarakat Tiongkok sudah terekam secara digital di database pemerintah Tiongkok dan bisa terpantau oleh kamera pengawas di manapun, diharapkan fasilitas rumah subsidi pemerintah ini bisa lebih tepat sasaran.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.