Project Fi Resmi Berganti Nama Jadi Google Fi

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 29 Nov 2018 16:21 WIB
google
Project Fi Resmi Berganti Nama Jadi Google Fi
Google resmi mengubah nama Project Fi menjadi Google FI.

Jakarta: Google resmi mengubah merek penyedia layanan komunikasi seluler karyanya, Project Fi, menjadi Google Fi. Tidak lagi menjadi produk versi beta, Google juga mengumumkan jaringannya kini mendukung iPhone dan sebagian besar perangkat Android.

Telah dapat menggunakan Google Fi di perangkat pribadi, untuk memanfaatkan fungsionalitas layanan ini secara menyeluruh, pengguna harus menggunakan perangkat Android yang ditawarkan oleh layanan ini secara langsung.

Hal ini berarti, fungsi peralihan jaringan secara cerdas antara T-Mobile, Sprint, US Cellular dan Wi-Fi tidak akan dapat dinikmati pengguna iPhone atau perangkat Android yang tidak dipasarkan melalui program bundling dengan Google Fi.

Pengguna perangkat yang tidak dipasarkan Google Fi juga tidak akan dapat menikmati fungsi panggilan telepon via Wi-Fi. Pengguna hanya akan dapat menggunakan jaringan yang ditawarkan T-Mobile.

Selain itu, ponsel Android juga harus menggunakan sistem operasi Android 7.0 Nougat atau lebih baru, sedangkan iPhone menggunakan sistem operasi iOS 11 atau lebih baru untuk dapat menikmati layanan Google Fi.

Sebelumnya, sebanyak delapan aplikasi Android di Google Play Store dengan jumlah pengunduh lebih dari 2 miliar ikut serta dalam praktek penipuan.

Tujuh dari delapan aplikasi itu milik Cheetah Mobile, perusahaan asal Tiongkok sementara satu aplikasi sisanya dimiliki oleh Kika Tech, perusahaan Tiongkok yang bermarkas di Silicon Valley.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.