E-commerce akan Ingin Barang Dikirimkan Lebih Cepat

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 24 Sep 2018 17:17 WIB
teknologi
E-commerce akan Ingin Barang Dikirimkan Lebih Cepat
Regional Director Asia Tenggara, Zebra Technologies Asia Pacific, Lim Fang How.

Jakarta: Salah satu bentuk layanan yang menjamur seiring perkembangan teknologi digital adalah e-commerce. Ini mendorong pertumbuhan bisnis logistik, yang merupakan salah satu sendi untuk menjamin pengalaman layanan berbelanja online yang memuaskan.

Dari data riset perusahaan Zebra Technologies Corporation, penyedia software dan teknologi logistik, yang berjudul Future of Fullfilment Vision Study, diketahui bahwa perusahaan logistik di Asia Pasifik serta pebisnis ritel tengah mempersiapkan diri untuk kebutuhan ekonomi on-demand.

"Penelitian Future of Fulfillment Vision Study yang dilakukan oleh Zebra menemukan bahwa 95% responden survei di Asia Pasifik sepakat bahwa bisnis e-commerce mendorong kebutuhan akan pengiriman yang lebih cepat," ungkap Regional Director SEA Zebra Technologies Fang How.

"Menanggapi hal tersebut, perusahaan-perusahaan beralih ke teknologi digital dan analitik untuk menghadirkan otomatisasi, visibilitas barang dagangan dan intelijen bisnis yang lebih tinggi ke dalam rantai pasokan sehingga meraka dapat bersaing di era ekonomi konsumen on-demand," tambahnya.

Riset yang dilakukan oleh Zebra ini mengungkapkan bahwa 67 persen perusahaan logistik berharap dapat menyediakan layanan pengiriman di hari yang sama pada tahun 2023 dan 55 persen responden mengharapkan dapat melakukan pengiriman dalam selang waktu dua jam pada tahun 2028.

Selain itu, diketahui bahwa Hanya 42 persen responden dalam supply chain yang mengatakan bahwa mereka saat ini telah beroperasi secara omnichannel. Sebanyak 92 persen responden menyebutkan investasi modal dan biaya operasional untuk menerapkan operasi omnichannel adalah tantangan utama mereka. 

Saat ini, banyak perusahaan yang  menggunakan pemindai barcode. Namun, banyak juga perusahaan yang masih menggunakan pena dan kertas untuk mengurus masalah logistik mereka, untuk lebih tepatnya, ada 55 persen responden yang mengatakan bahwa mereka masih menggunakan cara manual.

Padahal, pada tahun 2021, diperkirakan 99 persen responden sudah akan menggunakan komputer mobile genggam dengan pemindai barcode untuk logistik omnichannel.

Survei yang diadakan Zebra juga menunjukkan bahwa tingkat adopsi teknologi RFID (Radio-Frequency Identification/Identifikasi Frekuensi Radio) dan manajemen inventaris akan naik, dari 32 persen saat ini menjadi 95 persen pada 2028. 

Alasannya, karena solusi software, hardware dan tagging dengan RFID akan memungkinkan perusahaan untuk mencari barang dengan lebih teliti sehingga mereka bisa membuat catatan daftar barang yang lebih baik dan meminimalisir kelebihan atau kekurangan stok dan kesalahan pengisian stok. Semua ini pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Tidak hanya merilis hasil studi, Zebra Technologies juga memperkenalkan Printer mobile seri ZQ300 terbaru untuk pekerja di lapangan. Mereka juga menunjukkan pembaca RFID UHF fixed FX9600 yang memungkinkan perusahaan enterprise untuk memantau pergerakan kargo dalam jumlah besar di gudang penyimpanan maupun dermaga.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.