Sejak 2015, Twitter Telah Hapus 1,2 Juta Akun Teroris

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 06 Apr 2018 13:31 WIB
media sosialtwitter
Sejak 2015, Twitter Telah Hapus 1,2 Juta Akun Teroris
Twitter memberikan laporan transparansi terbarunya.

Jakarta: Twitter baru saja merilis Laporan Transparansi, menunjukkan bagaimana mereka mengatasi konten terorisme. Sejak Agustus 2015, Twitter telah menghapus lebih dari 1,2 juta akun yang mempromosikan terorisme. 

Selama semester akhir tahun lalu, Twitter telah memberikan penangguhan permanen pada 274.460 akun untuk alasan yang sama, sedikit lebih sedikit dari jumlah akun yang mereka tangguhkan pada semester pertama 2017.

Twitter mengungkap, ini adalah karena "kerja keras selama bertahun-tahun untuk memastikan bahwa platform kami tidak menjadi tempat yang menarik untuk orang-orang yang mempromosikan konten terorisme."

Dari semua akun yang dihapuskan pada semester kedua tahun lalu, 93 persen di antaranya ditandai oleh alat dan algoritma internal Twitter, lapor Engadget. Sekitar 74 persen akun diblokir bahkan sebelum dia bisa mengunggah tweet apapun.

Sementara itu, laporan tentang konten terorisme dari pemerintah masih terus menurun. Pada September tahun lalu, Twitter melaporkan bahwa laporan pemerintah tentang konten terorisme hanya berkontribusi kurang dari satu persen dari total akun yang dihapus. Sekarang, laporan itu memberikan kontribusi kurang dari 0,2 persen. 

Twitter juga memberikan penjelasan tentang perubahan yang mereka buat tentang bagaimana cara mereka tidak menampilkan konten karena sedang ditahan. Mereka juga membedakan konten yang diblokir karena perintah pengadilan atau karena regulasi lokal. 

Laporan Transparansi ini juga menunjukkan bahwa ada kenaikan 38 persen terkait penghapusan konten karena melanggar hak cipta, baik di Twitter maupun di Persicope.

Twitter juga membahas tentang usaha berbagai pemerintah untuk membatasi kebebasan berekspresi di dunia online. Terakhir, Twitter membahas tentang usaha mereka untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan dan diskusi publik di seluruh dunia. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.