Google I/O 2018

Jamin Keamanan IoT, Android Things Hanya Dikendalikan Google

Cahyandaru Kuncorojati    •    Rabu, 09 May 2018 09:15 WIB
google
Jamin Keamanan IoT, Android Things Hanya Dikendalikan Google
Ilustrasi Android.

Jakarta: Dalam perhelatan developer Google I/O, selalu ada teknologi terbaru dari Google yang diperkenalkan. Salah satunya yakni platform Internet of Things (IoT) buatan mereka Android Things versi 1.0.

Platform ini sebetulnya sudah dicetuskan sejak tahun 2016 yang awalnya bernama Brillo dan hadir sebagai sistem operasi Android perangkat  lainnya seperti TV smart speaker, smart TV, dan lain-lain.

Menariknya, inovasi ini tidak hanya dimanfaatkan Google untuk merambah ke ekosistem dan perangkat IoT, tapi juga menawarkan sistem keamaan yang selama ini diabaikan oleh produsen perangkat pintar.

Dikutip dari Gizmodo, Google mengklaim bahwa selama tiga tahun sejak Android Things digunakan akan selalu ada update keamanan terbaru dari Google.

Alasan Google menawarkan janji tersebut karena selama ini perangkat IoT selalu menjadi ancaman peretasan.

Konsep IoT yang membuat semua perangkat pintar bisa terhubung bisa menimbulkan efek domino saat salah satu perangkat di dalamnya berhasil diretas, artinya di satu sisi IoT tidak hanya canggih tapi juga menyimpan bahaya.

Google menyatakan bahwa sistem operasi Android Things yang ada di setiap perangkat pintar atau IoT yang menggunakannya akan ditangani langsung oleh Google, bukan perusahaan pembuat perangkat pintar.

Selain itu, sistem operasi ini tidak akan bisa dimodifikasi juga oleh perusahaan pembuat perangkat dengan alasan keamanan.

Berbeda dengan sistem operasi Android di smartphone yang bisa dimodifikasi setiap vendor smartphone sehingga kadang membuat perangkat dan sistem operasi tidak bisa bekerja optimal dan ada fitur-fitur yang kurang penting. Android Things tidak bisa dianggap open source seperti yang biasa disuarakan Google.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.