Gegara Android, Google Kena Denda Rp72,9 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 19 Jul 2018 16:02 WIB
androidgoogle
Gegara Android, Google Kena Denda Rp72,9 Triliun
Ilustrasi.

Jakarta: Komisi Eropa mengenakan denda sebesar EUR4,34 miliar (Rp72,9 triliun) untuk Google pada hari Rabu, atas dasar pelanggaran sistem operasi mobile buatan mereka, Android. 

Uni Eropa khawatir bahwa perjanjian Google dengan pembuat smartphone seperti Huawei, Samsung dan LG membuat para vendor smartphone berada di posisi yang tidak menguntungkan, karena mereka sepenuhnya menggantungkan diri pada Android.

Perjanjian ini memaksa para vendor smartphone menggunakan aplikasi dan mesin pencari buatan Google juga Google Play Store. Hal ini memungkinkan Google mempertahankan dan bahkan memperkuat dominasi mereka dalam industri mesin pencari. 

Satu kekhawatiran terbesar Uni Eropa, menurut CNET, adalah dominasi Google akan merugikan konsumen dengan membatasi pilihan mereka dan membunuh inovasi yang mungkin bisa memberikan pengalaman menggunakan smartphone yang lebih baik. 

"Google menggunakan Android sebagai alat untuk memperkuat dominasi mesin pencari mereka," kata Komisioner Kompetisi Uni Eropa, Margrethe Vestager.

"Praktek ini mematikan kesempatan para pesaing untuk berinovasi dan bersaing berdasarkan kemampuan. Mereka menghilangkan keuntungan yang bisa didapat konsumen Eropa ketika terjadi kompetisi yang efektif dalam industri mobile. Ini melanggar peraturan antitrust Uni Eropa."

Dalam sebuah blog post, CEO Google, Sundar Pichai mengatakan bahwa mereka akan mengajukan banding. Pichai mengatakan, Android tidak melanggar peraturan antitrust di Uni Eropa. 

"Inovasi yang cepat, pilihan yang kaya dan harga yang lebih murah merupakan tanda dari kompetisi sehat dan Android telah memungkinkan semua ini terjadi," kata Pichai. Keputusan Uni Eropa ini juga seolah tidak menganggap persaingan yang diberikan dari iOS buatan Apple.

"Hari ini, berkat Android," kata Pichai, "ada lebih dari 24 ribu perangkat, pada semua rentang harga dari lebih dari 1.300 merek."

Ini kali kedua Uni Eropa mengenakan denda pada Google dalam waktu satu tahun. Hal ini bisa mendorong terjadinya perubahan besar di Android. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.