Samsung Terima Paten Ponsel Lipat dan Layar Transparan

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 04 May 2018 16:41 WIB
samsung
Samsung Terima Paten Ponsel Lipat dan Layar Transparan
Samsung menerima sejumlah paten termasuk paten ponsel desain lipat dan paten layar smartphone transparan.

Jakarta: Dengan kehadiran ponsel lipat Samsung Galaxy X yang akan diumumkan tahun depan, Samsung dilaporkan menerima sejumlah paten. Salah satunya menghadirkan cuplikan terkait desain yang mungkin akan diusung oleh Samsung Galaxy X.

Gambar paten tersebut menampilkan ponsel yang dilipat secara horisontal, berbeda dari paten sebelumnya yang menampilkan ponsel dilipat di arah sebaliknya. Pengguna akan diharuskan untuk menggenggam perangkat dengan orientasi landsekap atau secara horisontal.

Berkat engsel tambahan, perangkat dapat difungsikan dalam mode portrait, dan menutup perangkat dengan melipat kedua sisi akan secara otomatis menonaktifkan ponsel, sedangkan membuka kedua sisi akan mengaktifkannya kembali.

Berbeda dari engsel reguler, ponsel ini akan dilengkapi dengan engsel khusus yang akan merespon terhadap sentuhan di sensor.

Saat salah satu sensor diaktifkan, perangkat dapat dilipat menjadi konfigurasi default yang telah ditentukan oleh Samsung. Gambar yang merupakan bagian dari dokumentasi paten resmi tersebut menampilkan layar dalam mode lansekap, terbagi menjadi dua akibat dilipat.

Salah satu gambar menampilkan aplikasi di kedua sisi layar yang terlipat, sedangkan gambar lain menampilkan email terbuka di sisi kiri layar, dan ikon aplikasi di sisi kanan, serta pada gambar selanjutnya, email mendominasi seluruh layar.

Hal ini dinilai mengindikasikan bahwa pengguna akan dapat memilih untuk menggunakan fungsi yang ditampilkan oleh gambar.

Sebelumnya Samsung juga menerima paten untuk layar smartphone transparan, dinilai akan serupa layar transparan untuk televisi yang diumumkan Samsung pada tahun 2015 lalu, dengan ukuran lebih kecil.

Layar transparan ini diperkirakan akan memungkinkannya untuk dimanfaatkan dengan teknologi Augmented Reality (AR) tanpa perlu menggunakan kamera guna menggabungkan lingkungan dunia nyata dengan dunia AR.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.