NVIDIA Scanner Buka Akses OC VGA RTX

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 27 Sep 2018 11:04 WIB
nvidiahardwaregeforce rtxvga
NVIDIA Scanner Buka Akses OC VGA RTX
NVIDIA RTX 2080

Jakarta: NVIDIA sadar bahwa nantinya ada pengguna yang penasaran dengan kemampuan overclock kartu grafis RTX.

Mereka mengumumkan NVIDIA Scanner, software yang bisa memanipulasi kemampuan NVIDIA RTX saat dipakai untuk skenario tertentu. Orang-orang mungkin pada awalnya akan mengira ini adalah aplikasi sejenis MSI Afterburner.

Pada dasarnya, NVIDIA Scanner bukan dipakai untuk konsumen. Ini adalah API untuk developer, sehingga mereka bisa menerapkan beberapa pengaturan khusus yang ada dalam game mereka. Ini seperti pengaturan khusus yang otomatis aktif untuk beberapa game dalam NVIDIA GeForce Experience.

Apa yang menjadi fitur menarik adalah NVIDIA Scanner bukan mencoba meningkatkan kemampuan RTX dengan mengatur clock speed. API ini dapat mengolah performa berdasarkan target konsumsi daya yang ingin diraih. Ini membuat tingkat keberhasilan saat pengguna melakukan overclock lebih tinggi dan lebih cepat.

NVIDIA Director of Technical Marketing, APAC Jeffrey Yen mengatakan, NVIDIA Scanner bisa menyelesaikan uji coba kemampuan NVIDIA RTX yang telah diubah dalam waktu 20 menit. “Biasanya pengujian kestabilan memerlukan waktu minimal 1-2 jam.”

Secara teori, konsumen hanya perlu menekan tombol Test. NVIDIA Scanner kemudia akan menjalankan semua simulasi yang diperlukan, seperti memeriksa kestabilan voltase. Ketika ada kesalahan, NVIDIA Scanner akan melacak kalkukasi yang bermasalah sebelum VGA mengalami crash.

NVIDIA Scanner kemudian akan mencoba memperbaiki voltase yang dirasa berlebih atau berkurang itu, kemudian secara otomatis menjalankan simulasi lagi. Ini dilakukan berulang sampai NVIDIA Scanner menyatakan tidak ada masalah.

Dikutip dari PC World, NVIDIA Scanner rencananya juga akan tersedia untuk program OC yang sudah beredar di pasar.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.