Satu Penipuan Uang Kripto di Vietnam Capai Rp9 Miliar

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 12 Apr 2018 21:55 WIB
bitcoincyber securitycryptocurrency
Satu Penipuan Uang Kripto di Vietnam Capai Rp9 Miliar
Ilustrasi.

Jakarta: Penipuan bermodus investasi uang kripto terus terulang. Kali ini terjadi di Vietnam dengan angka yang tidak sedikit, mencapai USD658 miliar atau Rp9 triliun. Lebih buruknya, ini berasal dari satu kasus penipuan.

Dikutip dari Fortune, pemerintah Vietnam kini tengah melakukan investigasi terhadap kasus penipuan berkedok investasi uang kripto. Dikabarkan bahwa wakil Perdana Menteri Vietnam Vuong Dinh Hue memaksa enam kementerian negara untuk segera menyelesaikan kasus tersebut.

Penipuan tersebut dilakukan oleh perusahaan bernama Modern Tech yang berbasis di kota Ho Chi Minh City. Tidak diketahui persisnya sejak kapan penipuan tersebut dilakukan, namun dilaporkan korban yang menggereduk kantor perusahaan itu menemukan Modern Tech sudah bangkrut sejak sebulan yang lalu.

Para korban menyebutkan Modern Tech menawarkan investasi uang kripto (ICO) lewat dua buah platform palsu yang dibuat, yakni iFan dan Pincoin. iFan diperkenalkan kepada korban sebagai perusahaan asal Sigapura yang menyediakan platform media sosial yang bisa memanfaatkan uang kripto.

Lalu Pincoin diperkenalkan sebagai perusahaan investasi uang kripto yang berasal dari Dubai dan berafiliasi dengan Modern Tech. Hingga laporan ini diterima, kedua situs layanan tersebut masih bisa diakses.

Para korban mengakui bahwa selama ini layanan dari Modern Tech bisa menyajikan peningkatan hasil dari investasi yang mereka gelontokan ke bisnis bodong Modern Tech. Mereka mulai merasakan hal aneh karena keuntungan investasi tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai.

Media lokal Vietnam, Toui Tre News, menyebutkan bahwa total kerugian akibat penipuan yang mencapai Rp9 miliar tersebut mewakili investor yang menjadi korban sebanyak 32.000 orang. Penipuan kali ini juga disebut sebagai penipuan uang kripto terbesar yang pernah terjadi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.