Buat Lelucon Berbau Nazi, Disney dan YouTube Putus Kontrak PewDiePie

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 17 Feb 2017 10:47 WIB
youtubeinternet
Buat Lelucon Berbau Nazi, Disney dan YouTube Putus Kontrak PewDiePie
Felix Kjellberg. (AFP PHOTO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / John Lamparski)

Metrotvnews.com: Maker Studio milik Disney telah menetapkan untuk memutus kontrak dengan PewDiePie, salah satu bintang paling populer di YouTube, setelah munculnya laporan bahwa dia mengunggah beberapa video yang menunjukkan gambar anti-Yahudi.

Pada hari Senin, Maker Studio mengatakan bahwa mereka telah memutuskan hubungan kerja dengan Felix Kjellberg -- yang lebih dikenal dengan nama PewDiePie di YouTube.

Sementara YouTube mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka telah membatalkan perilisan kumpulan video PewDiePie dan mengeluarkannya dari Google Preferred, program yang memberikan para pengiklan akses ke channel paling populer.

Pengumuman ini muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kjellberg mengunggah 9 video anti-Yahudi sejak bulan Agustus.

"Meskipun Felix telah mendapatkan pengikut dengan bertingkah tidak sopan dan provokatif, kali ini dia sudah keterlaluan dan video buatannya tidak pantas untuk ditonton," ujar juru bicara Maker Studio, seperti yang dikutip dari The New York Times.

"Maker Studios telah membuat keputusan untuk menghentikan kerja sama kami dengannya di masa depan."

Pada hari Selasa, juru bicara YouTube berkata, mereka telah membatalkan perilisan "Scare PewDiePie Season 2", sekuel dari serial YouTube original dan mengeluarkan PewDiePie dari Google Preferred.

Dengan 53 juta pengikut, Kjellberg berhasil menjadi salah satu bintang YouTube dengan pengikut terbesar. Dia melakukan itu dengan mengunggah video saat dia sedang bermain sambil mengomentari game tersebut dan bercanda.

Menurut Social Blade, yang mengumpulkan data di media sosial, PewDiePie adalah pengguna paling populer di YouTube. Videonya berhasil mendapatkan hampir 14,7 miliar view. Pada Desember, Forbes memperkirakan bahwa Kjellberg mendapatkan USD15 juta dalam satu tahun yang berakhir pada bulan Juni 2016. 

Dalam sebuah video, PewDiePie membela dirinya sendiri akan tuduhan tentang membuat video anti-Yahudi. Pria asal Swedia ini menganggap tuduhan pada dirinya ini "gila" dan "tidak adil", seperti yang dilaporkan oleh BBC.

Dia merasa, komentar tidak sopan yang dia keluarkan telah dilebih-lebihkan dan dia telah digambarkan secara salah. Beberapa videonya dalam beberapa bulan lalu memang mengandung referensi tentang Nazi dan gambar anti-Yahudi. 



Salah satu video yang disebutkan oleh The Journal menunjukkan seorang laki-laki yang berpakaian layaknya Yesus Kristus yang berkata, "Hitler tidak salah." Dalam video lain, Kjellberg membayar 2 orang untuk membuat dan menunjukkan tulisan "Semua Yahudi Harus Mati".

Pada akhirnya, PewDiePie menghapus 2 video itu dan satu video lain. Namun, ketiganya berhasil mendapatkan 23 juta view, menurut Journal.

"Saya minta maaf karena kata-kata saya, karena saya sadar saya telah membuat orang-orang tersinggung," ujar PewDiePie dalam video YouTube miliknya. "Saya percaya bahwa kita bisa bercanda tentang semua hal, tapi saya juga tahu bahwa ada cara yang benar dan cara yang tidak terlalu benar untuk bercanda tentang sesuatu."

Dia berkata, sebagai "komedian amatir" dia terkadang membuat lelucon yang menyinggung orang. Sebagai respons terhadap kritik yang dia terima, dia berkata bahwa dia ingin menunjukkan bagaimana banyak orang "akan melakukan apapun untuk USD5."

Pada 2016, akun PewDiePie juga sempat ditangguhkan oleh Twitter setelah membuat lelucon tentang ISIS.


(MMI)

Motorola Moto M, Si Kelas Menengah yang Elegan dan Andal
Review Smartphone

Motorola Moto M, Si Kelas Menengah yang Elegan dan Andal

1 week Ago

Motorola Moto M menawarkan performa yang baik dalam hal multitasking, serta dalam desain e…

BERITA LAINNYA
Video /