Google Play Berhenti Dukung OS Lawas Tahun Depan

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 22 Nov 2016 13:41 WIB
google
Google Play Berhenti Dukung OS Lawas Tahun Depan
Google Play versi terbaru yang akan dirilis pada tahun depan tidak lagi mendukung OS Gingerbread dan Honeycomb.

Metrotvnews.com: Google mengumumkan perpustakaan layanan Google Pay 10.0.0 dan Firebase 10.0.0 untuk Android merupakan versi terkahir yang mendukung Android API level 9 melalui API level 13. Versi selanjutnya dari perpustakaan ini, yaitu 10.2.0, akan mendukung API level 14 dan selanjutnya.

Dukungan API tersebut mengindikasikan bahwa versi selanjutnya yang akan dirilis di awal tahun 2017 ini, tidak lagi mendukung sistem operasi Android 2.3 Gingerbread dan Android 3.0/3.1/3.2 Honeycomb. Layanan Google Play Store merupakan layanan dasar Google berisi paket API untuk Android.

Layanan yang pertama kali diperkenalkan pada bulan September 2012 lalu ini menjadi medium Google, dalam menyalurkan update dan perbaikan untuk layanannya kepada pengguna Android, tanpa perlu melakukan upgrade pada seluruh sistem operasi.

Menurut laporan adopsi terbaru, Gingerbread digunakan pada 1,3 persen perangkat yang saat ini terhubung pada layanan Google Play. Sementara itu, sebanyak kurang dari 0,1 persen dari perangkat yang terhubung ke Google Play menggunakan sistem operasi Android Honeycomb.

Jumlah tersebut menjadi alasan dibalik penghentian dukungan Google untuk dua dari rangkaian sistem operasi Android pertamanya tersebut. Semakin sedikitnya dukungan yang dihadirkan oleh pengembang pihak ketiga untuk keduanya juga memperkuat alasan penghentian dukungan tersebut.

Namun, pengembang tetap dapat menggunakan layanan dan Firebase Google Play versi 10.0.0 dengan perangkat bersistem operasi Gingerbread dan Honeycomb. Setelah melakukan upgrade ke veri 10.2.0 dan seterusnya, pengembang diharuskan untuk menargetkan API level 14 sebagai versi pendukung minimum atau membangun berbagai APK untuk mendukung API di bawah level 14.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.