Regulasi Keamanan Siber Baru Tiongkok Bagaikan Mimpi Buruk

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 11 Nov 2016 16:47 WIB
tiongkok
Regulasi Keamanan Siber Baru Tiongkok Bagaikan Mimpi Buruk
Pemerintah Tiongkok mengumumkan regulasi terbaru terkait dengan keamanan siber.

Metrotvnews.com: Pemerintah Tiongkok mengumumkan regulasi baru terkait dengan keamanan siber, yang mengharuskan seluruh pengguna internet menggunakan nama asli mereka. Selain itu, perusahaan yang beroperasi di Tiongkok diharuskan untuk menyimpan data di server dalam negeri.

Selain itu, bisnis juga akan diharuskan untuk melakukan penyensoran terhadap kontennya, dari hal yang dilarang pemerintah, seperti unggahan yang mempromosikan demokrasi. Pemerintah Tiongkok juga meminta perusahan untuk menarik atau menutup produk dan layanan, sebagai tanggapan terhadap insiden keamanan.

Belum cukup mengungkung keleluasaan bisnis dalam beroperasi, Human Right Watch turut mengedarkan informasi lebih detail, yang menemukan bahwa pengguna internet Tiongkok kini secara resmi dilarang untuk menggulingkan sistem sosialis melalui unggahan di internet.

Penyebaran informasi palsu yang ditujukan untuk mengganggu ekonomi dan merusak persatuan nasional juga telah masuk ke dalam daftar kejahatan yang patut untuk mendapatkan hukuman. Sebelum hal ini diatur regulasi resmi, Tiongkok telah dikenal dunia sebagai negara yang secara rutin memenjarakan jurnalis akibat dinilai menyuguhkan pemberitaan yang tidak benar terkait perlambatan ekonomi negaranya.

Selain itu, Tiongkok juga merupakan negara yang tidak memiliki toleransi terhadap pornografi, fiksi dan kekerasan. Ketiga hal tersebut menjadi sejumlah permasalahan yang diatur secara ketat oleh pemerintah Tiongkok, seperti yang dilaporkan engadget.

Sementara itu, Tech Crunch menilai, regulasi ini tidak hanya akan berpengaruh buruk bagi konsumen, tapi juga bagi bisnis teknologi yang beroperasi di Tiongkok. Sebagai contoh, seluruh perusahaan diharuskan untuk menyediakan dukungan teknis terhadap pemerintan, yang dinilai sebagai kata lain untuk pemberian akses ke data yang dimiliki perusahaan.


(ABE)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.