Kirim 2 Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, Tiongkok Siapkan Misi ke Mars

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:12 WIB
antariksa
Kirim 2 Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, Tiongkok Siapkan Misi ke Mars
TIongkok sukses meluncurkan misi Shenzhou 11. (YouTube / SpaceVids.tv)

Metrotvnews.com: Kemarin, Roket Tiongkok, Long March-2F meluncur dari Jiuquan Satellite Launch Center, yang terletak di pinggir gurun Gobi, Tiongkok Utara pada pukul 7.30 waktu setempat.

Roket itu membawa 2 astronot Tiongkok. Kedua astronot tersebut menuju Tiangong 2, stasisun luar angkasa percobaan. Di sana, mereka akan menghabiskan 30 hari untuk melakukan berbagai percobaan.

Menurut Slash Gear, percobaan yang akan dilakukan oleh kedua astronot itu antara lain percobaan dalam pengobatan dan teknologi lain yang berkaitan dengan luar angkasa. Percobaan tersebut dilakukan dalam rangka untuk mempersiakan misi peluncuran modul utama stasiun luar angkasa pada 2018.

Dua astronot Tiongkok yang berpartisipasi dalam misi Shenzhou 11 ini adalah Jing Haipeng dan Chen Dong. "Mimpi semua astronot adalah untuk ikut serta dalam banyak misi ke luar angkasa," kata Jing, seperti yang dikutip dari The Guardian.

Misi ini merupakan kali ke-6 Tiongkok mengirimkan manusia ke luar angkasa. Ia juga akan menjadi misi terlama Tiongkok sejauh ini. Setelah mengirimkan modul utama pada 2018, akan ada 2 modul eksperimen yang diluncurkan sehingga stasiun luar angkasa itu dapat bekerja pada tahun 2022.

Menurut rencana Tiongkok, stasiun luar angkasa itu akan beroperasi selama setidaknya 10 tahun.

Tiongkok melihat stasiun luar angkasa Tiangong sebagai langkah awal untuk meluncurkan misi ke Mars di dekade berikutnya.

Sebelum ini, Tiongkok meluncurkan stasiun luar angkasa Tiangong 1 pada tahun 2011. Ia berhenti digunakan pada bulan Maret lalu setelah dikunjungi oleh 3 pesawat dan memperpanjang durasi misinya menjadi 2 tahun lebih lama dari perkiraan.

Tiongkok merupakan negara ke-3 yang berhasil mengirimkan manusia ke luar angkasa setelah Rusia dan Amerika Serikat. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga berencana untuk mengirimkan manusia ke bulan.

Tiongkok tidak boleh berpartisipasi dalam International Space Station karena AS menganggap program luar angkasa Tiongkok yang terlalu bersifat militer.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.