Keuntungan Besar Dorong Percepatan Bisnis Adopsi IoT

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 20 Mar 2017 09:12 WIB
teknologi
Keuntungan Besar Dorong Percepatan Bisnis Adopsi IoT
Aruba mengumumkan hasil studi terkait adopsi teknologi IoT pada perusahaan di Asia Pasifik.

Metrotvnews.com, Jakarta: Aruba mengungkap hasil studi berjudul The Internet of Things: Today and Tomorrow, terkait dengan prediksi percepatan adopsi teknologi Internet of Things (IoT) oleh perusahaan di Asia Pasifik.

Aruba mengungkap pada tahun 2019, sebanyak 86 persen perusahaan di Asia Pasifik akan menerapkan teknologi IoT dalam berbagai bentuk. Aruba juga mencatat adopsi IoT oleh perusahaan tersebut disebut ditujukan meningkatkan efisiensi bisnis, termasuk peningkatan efisiensi dan inovasi di sektor enterprise, industri, layanan kesehatan, ritel dan pemerintahan di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, melalui studi ini, Aruba juga memperingatkan keterhubungan ribuan benda ke jaringan bisnis yang ada akan menimbulkan tantangan keamanan baru. Tantangan ini telah mengakibatkan insiden pembobolan keamanan bagi sebagian besar perusahaan di wilayah Asia Pasifik.

Selain itu, 97 persen dari total 1.150 responden di Asia Pasifik, seperti Australia, Tiongkok, India, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, mengetahui soal teknologi IoT. Meskipun demikian, responden tersebut masih belum sepenuhnya paham terkait definisi IoT dan manfaatnya bagi perusahaan mereka.

Menurut penulis eBook Making Sense of IoT, Kevin Ashton, menemukan sebagian besar perusahaan di Asia Pasifik mengharapkan keuntungan ini pada dua bidang kinerja utama, yaitu profitabilitas dan efisiensi untuk bisnis mereka.

Studi Aruba ini juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dianggap para pemimpin TI sebagai penghambat bagi IoT dalam menghadirkan manfaat bisnis yang lebih besar. Sebesar 52 persen responden menyebut biaya implementasi, dan sebesar 47 persen menyebut kesulitan dalam mengintegrasikan IoT dengan teknologi versi sebelumnya, sebagai kendala utama tersebut.

Selain itu, Ashton menjelaskan IoT sebagai kemampuan untuk menangkap dan menggunakan data secara efektif, namun hal ini tampaknya menjadi suatu tantangan nyata lainnya bagi perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik.

Hampir seluruh (98 persen) perusahaan pengadopsi IoT mengklaim bahwa telah mampu menganalisis data, mayoritas perusahaan tersebut mengakui adanya tantangan-tantangan dalam menciptakan nilai dari data tersebut.

Dan lebih dari sepertiga (35 persen) perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik tidak mengekstrak atau menganalisis data di dalam jaringan-jaringan perusahaan, yang membuat mereka kehilangan wawasan mendalam yang dapat meningkatkan keputusan-keputusan bisnis.


(MMI)

HP In-Ear Headset 150, Earphone Terjangkau Suara Jernih
Review Earphone

HP In-Ear Headset 150, Earphone Terjangkau Suara Jernih

4 days Ago

HP In-Ear Headset 150 menawarkan suara yang jernih dan desain yang nyaman dengan harga yang cuk…

BERITA LAINNYA
Video /