Ini Cara Membuat Perangkat IoT Jadi Lebih Aman

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 23 Nov 2016 13:26 WIB
teknologi
Ini Cara Membuat Perangkat IoT Jadi Lebih Aman
Termostat cerdas dari Nest. (Reuters / George Frey)

Metrotvnews.com: Google, Intel, Microsoft, Verizon, Comcast, Time Warner Cable dan beberapa perusahaan teknologi raksasa lainnya bergabung dengan mantan Chief Technologist FCC, Dale Hatfield untuk membuat Broadband Interet Technical Advisory Group (BITAG) pada tahun 2010.

Ketika itu, tujuan pembuatan BITAG adalah mengembangkan metode terbaik untuk menjaga keamanan dan manajemen broadband. Sekarang, BITAG memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keamanan dari industri yang sedang tumbuh, yaitu Internet of Things (IoT). 

Saat ini, hanya ada sedikit, atau bahkan tidak ada regulasi yang mengatur tentang software yang digunakan dalam perangkat smart home. BITAG berkata, sebagian perangkat IoT memiliki kelemahan keamanan terkait software yang sudah usang, komunikasi yang tidak melalui proses autentikasi atau menggunakan enkripsi, kebocoran data, dan malware.

Seperti yang disebutkan Engadget, semua ini bukan sekadar spekulasi. Perangkat IoT telah digunakan untuk melakukan serangan DDoS besar-besaran. Salah satunya adalah serangan yang menargetkan Dyn, yang melumpuhkan akses internet di Amerika Serikat pada bulan Oktober lalu.

Serangan lainnya adalah serangan DDoS yang ditujukan pada situs peneliti keamanan siber, Brian Krebs. Dalam serangan kedua ini, diperkirakan 145 ribu perangkat IoT digunakan untuk melakukan DDoS. Sebagian besar perangkat tersebut berupa kamera keamanan dan DVR.

BITAG merekomendasikan beberapa standar keamanan untuk perangkat IoT, seperti pembaruan software berkala secara otomatis, perlindungan password dan pengujian opsi kustomisasi. Grup ini juga menyarankan penggunaan enkripsi dan kemampuan untuk membuat perangkat IoT, khususnya sistem alarm rumah, agar tetap dapat berfungsi meski internet mati.

BITAG bahkan ingin membuat program industri keamanan siber yang akan memberikan tanda jaminan pada perangkat-perangkat yang terbukti aman. BITAG memang tidak memiliki kekuasaan untuk menjalankan rekomendasi mereka ini, tapi laporan yang mereka buat dapat mempengaruhi diskusi badan regulator di masa depan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.