Nokia Ciptakan Prosesor Baru untuk Jaringan Telekomunikasi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 16 Mar 2018 10:13 WIB
nokiatelekomunikasicorporate
Nokia Ciptakan Prosesor Baru untuk Jaringan Telekomunikasi
Nokia memperkenalkan chipset Photogenic Service Engine 3 (PSE-3) .

Jakarta: Nokia baru saja mengumumkan chipset terbarunya untuk penyedia jasa komunikasi dan jaringan.

Chipset Photogenic Service Engine 3 (PSE-3) adalah prosesor sinyal digital koheren yang menerapkan probabilistic constellation shaping (PCS), yaitu teknik modulasi yang dipelopori oleh Nokia Bell Labs.

Teknologi PCS mampu mendorong kapasitas transmisi fiber optic hingga mendekati Shannon Limit atau kapasitas maksimum secara teori dari channel komunikasi yang ditetapkan oleh Claude Shannon tahun 1948 saat menjadi peneliti di Bell Labs.

PCS secara cerdas menciptakan sinyal yang bisa menyesuaikan karakteristik serat optik sehingga menghasilkan panjang gelombang yang lebih elastis untuk mengatasi noise dan gangguan. 

Selain itu, meningkatkan kapasitas sampai dengan 65 persen melebihi jaringan yang sudah digelar saat ini sekaligus mengurangi daya per bit sebanyak 60 persen.

Jaringan yang dibangun dengan sistem yang menggunakan chipset terbaru membutuhkan optical transponder hingga 35 persen. Dengan memperbaiki kapasitas laten pada serat yang sudah digunakan, PSE-3 bisa memperpanjang umur sistem saluran dan kabel bawah laut yang sudah ada sehingga menghasilkan penghematan jangka panjang yang signifikan.

Kemampuan programnya yang sangat besar namun sederhana memungkinkan PSE-3 memberikan kesempatan ideal bagi operator jaringan untuk tumbuh melebihi fleksibilitas terbatas yaitu jaringan 100G/200G yang lazim saat ini, menuju skala yang besar dan jaringan yang siap berfungsi secara otomatis.

Ditambah dengan membalikkan gelombang kompleksitas yang terus meningkat dalam sistem Wavelength Division Multiplexing (WDM), PSE-3 mampu menyediakan kapasitas panjang gelombang yang bisa disesuaikan dari 100G ke 600G dengan satu baud rate dan ukuran saluran dalam format modulasi yang seragam.

"Ini adalah terobosan dalam cara jaringan optik menyediakan kapasitas dan jangkauan dengan biaya yang lebih hemat. Lewat emampuan program yang luar biasa dan sederhana ini, pelanggan kami sekarang bisa memaksimalkan kapasitas dari setiap link di jaringan mereka, baik itu 10 km, 10.000 km atau lebih," jelas Head of Optical Networks Nokia, Sam Bucci.




(MMI)

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng
Review Smartphone

ASUS Zenfone Max Pro M1, Pas untuk yang Suka Main Game Bareng

2 hours Ago

Menjual daya tahan baterai yang awet dengan kebutuhan mobile gaming adalah perpaduan yang pas.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.