Ambil Risiko, Intel Siap Perluas Lini Bisnis Tahun Depan

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 21 Dec 2017 12:35 WIB
intel
Ambil Risiko, Intel Siap Perluas Lini Bisnis Tahun Depan
Intel siap perluas lini bisnis tahun depan

Jakarta: Tahun depan Intel tampaknya akan mulai memperluas lini bisnisnya.

Menurut Tech Power Up, hal tersebut disampaikan langsung oleh CEO Intel Brian Kzarnich yang mengatakan pihaknya akan mengambil risiko lebih banyak tahun depan. Risiko yang dimaksud adalah perluasan bisnis tidak hanya ke perangkat komputasi, tetapi ke semua hal yang menghasilkan data, mulai dari memori, FPGA, IoT, kecerdasan buatan, dan mobil otonom.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Kzarnich tampaknya mengacu pada laporan keuangan Intel tahun ini.

Dalam laporan keuangan tersebut dijelaskan pendapatan Intel dari lini bisnis barunya hampir menyaingi pendapatan dari sektor perangkat komputer yang menjadi lini bisnis utama Intel hingga saat ini.

Dengan pasar konsumen komputer yang kurang bergairah secara keseluruhan, strategi ini bisa dikatakan sangat tepat, dengan risiko yang cukup tinggi.



Dalam sebuah surat yang dilayangkan oleh Kzarnich kepada karyawan Intel sebelum menyambut liburan akhir tahun, disebutkan juga ini adalah saatnya Intel kembali mengambil risiko dan melakukan inovasi seperti ketika tahun 80an. Pada saat itu, Intel mengubah fokus bisnisnya dari memori ke mikroprosesor.

Strategi ini tampaknya juga sudah disiapkan cukup lama. Salah satunya adalah ketika Intel merumahkan 12 ribu karyawan pada tahun 2016. Arah strategi ini sudah sangat tepat, mengingat tren teknologi yang semakin bergeser dan menjauh dari komputer.

Tahun ini, Intel juga tidak hanya mengumumkan prosesor untuk komputer. Mereka juga merilis berbagai produk media penyimpanan, perangkat IoT, hingga mengumumkan keterlibatannya dalam pengembangan teknologi jaringan 5G yang sedang digarap saat ini.

Apakah transformasi ini akan membawa dampak baik bagi Intel ke depannya? Kita simak saja perkembangannya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.