25 Tahun Lalu, SMS Pertama di Dunia Dikirim via Komputer

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 04 Dec 2017 15:20 WIB
teknologi
25 Tahun Lalu, SMS Pertama di Dunia Dikirim via Komputer
Tampilan kotak pesan SMS di ponsel lawas Nokia 3310.

Jakarta: Di masa kini layanan pesan singkat atau SMS mungkin tidak lagi populer dengan kehadiran layanan messenger seperti WhatsApp dan lain-lain. Meksipun begitu SMS menjadi bagian dari sejarah perkembangan telekomunikasi.

Berdasarkan laporan CNET, di Amerika dan Eropa sedang memperingati salah satu sejarah layanan telekomunikasi di dunia. Tepat pada 3 Desember 1992 lalu, SMS pertama berhasil dikirimkan. SMS pertama ini menjadi SMS dengan usia paling lama, yaitu 25 tahun.

Sebetulnya, SMS itu hanya berisi teks 'selamat natal'. SMS pertama ini dikirimkan oleh seorang teknisi Inggris bernama Neil Papworth ke Richard Jarvis, salah satu eksekutif Vodafone, operator telekomunikasi asal Inggris.

SMS pertama di dunia tersebut juga tidak dikirimkan lewat ponsel, melainkan lewat komputer ke ponsel genggam Orbital 901. Bukan berarti kemudian Papworth menjadi penemu SMS, melainkan sosok bernama Matti Makkonen yang pertama kali mencetuskan ide layanan SMS di tahun 1984.

Layanan SMS boleh kalah populer dari aplikasi pengirim pesan berbasis koneksi internet yang biaya layanannya jauh lebih murah tapi di Amerika Serikat sendiri layanan SMS masih dipergunakan. Berbasarkan data Statistic Brain per Juni ada 781 juta SMS yang terkirim dan diterima di Amerika Serikat.

Terlepas layanan messenger berbasis internet mengalahkan layanan SMS tapi banyak layanan yang masih mengandalkan SMS untuk mengirimkan pesan terutama untuk menjangkau pengguna layanan seluler di daerah pelosok.

Apalagi melihat banyaknya kasus peretasan data bisa dianggap bahwa komunikasi lewat SMS jauh lebih aman ketimbang internet. Jadi tidak heran apabilan sebagian layanan banking masih mengandalkan SMS untuk mengirimkan pesan otentifikasi.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.