Prosesor Intel, AMD, dan ARM Diserang Spectre dan Meltdown, Apakah itu?

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 04 Jan 2018 12:35 WIB
amdintelarmcyber security
Prosesor Intel, AMD, dan ARM Diserang Spectre dan Meltdown, Apakah itu?
Logo serangan Meltdown (kiri) dan Spectre (kanan) yang dibuat oleh peneliti sistem keamanan.

Jakarta: Prosesor merupakan otak dari beragam perangkat teknologi. Baru-baru ini ditemukan celah keamanan yang cukup fatal.

Dilaporkan Tech Crunch, ada dua buah serangan bernama yang oleh peneliti sistem keamanan diberi nama Meltdown dan Spectre. Serangan ini diketahui menyerang kernel yang berjalan di dalam sebuah prosesor.

Kernel adalah sistem yang mengolah dan mengatur perintah maupun program yang berjalan di perangkat komputasi tanpa OS. Sebagai contoh, pengaturan dasar laptop atau komputer via BIOS yang tidak memerlukan sistem operasi Windows untuk menjalankannya. 

Secara umum, Meltdown dan Spectre memiliki jenis serangan yang sama, yaitu dengan masuk ke dalam kernel untuk mendapatkan kendali. Dua serangan tersebut bisa menganggu proses komputasi sebuah perangkat bahkan jaringan sistem.

Mereka juga mengakses data atau informasi yang ada di dalam proses dan perangkat yang terjangkit. Parahnya, serangan ini juga bisa memanipulasi data. Celah keamanan ini bisa saja dimanfaatkan oleh penjahat siber.



Meskipun sama-sama berbahaya, Meltdown jauh lebih buruk ketimbang Spectre. Meltdown mampu masuk ke jaringan proses dan sistem paling fundamental. Meltdown bisa menembus bagian memori data perangkat yang terisolasi sekalipun.

Spectre hanya mampu menggangu proses yang berjalan pada aplikasi yang ada di dalam sistem atau perangkat yang terjangkit. 

Karena sifat kedua serangan ini menargetkan sistem paling fundamental dan memanfaatkan celah pada susunan atau arsitektur pada prosesor, serangan ini bisa dialami tidak hanya pada komputer, tapi juga smartphone dengan sistem operasi apapun.

Lantas bagaimana menanganinya? Sejauh ini, para produsen prosesor mengumumkan sedang bekerja sama untuk 'menambal' lubang celah serangan tersebut masuk.

Sejauh ini langkah yang dilakukan oleh para produsen prosesor serta perusahaan software seperti Google, Microsoft, dan Apple adalah memberikan update sistem untuk penggunanya. Kabarnya, konsekuensi dari serangan Meltdown membuat kinerja prosesor menurun.


(MMI)

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta
Review Smartphone

Advan i6, Menjanjikan di Harga Rp1,5 Juta

2 days Ago

Advan i6 menawarkan performa cukup baik untuk perangkat di kelas harga terjangkau, yaitu Rp1,5 …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.