Mirip Shazam, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Jenis Katak dari Suaranya

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 10 Nov 2017 17:21 WIB
teknologiaplikasi
Mirip Shazam, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Jenis Katak dari Suaranya
Kermit the Frog, karakter The Muppets digambarkan sebagai katak yang gemar bernyanyi.

Metrotvnews.com: Apabila aplikasi Shazam dipergunakan untuk mendeteksi sebuah lagu dan menampikan informasi tentang lagu tersebut, aplikasi serupa ini justru bisa mengetahui jenis seekor katak dari suara yang terekam, FrogID.

Aplikasi menarik ini merupakan hasil pengembangan antara IBM dan badan Australian Museum. Aplikasi ini dikembangkan untuk mendukung setiap peneliti katak dan memberikan kontribusi terhadap pengamatan jenis fauna tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Mashable.



Mengapa katak? CEO sekalligus Direktur Australian Museum, Kim McKay menjelaskan bahwa katak merupakan fauna yang paling terkena dampak dari perbuahan iklim dan perubahan sebuah lingkungan. Keberadaan fauna tersbeut bisa menjadi indikator terhadap kondisi alam.

"Australia sendiri memiliki 240 spesies katak. Sebagian besar spesies tersebut sudah dalam kondisi terancam punah. Jadi kami ingin mengajak siapapun berkontribusi sebagai citizen scientist.



Cara kerja aplikasi FrogID pertama adalah dengan merekam suara katak tersebut, kemudian FrogID akan mencocokkan jenis suara tersebut dengan spesies katak yang tersimpan pada database mereka.

Lalu akan ditampilkan informasi lengkap mengenai katak tersebut dan statusnya yang bersifat edukasi.

Bagi pihak museum alam dan fauna Australia data dari FrogID bisa membantu mereka terus memperbarui data persebaran setiap spesies katak dan diolah kembali untuk penelitian alam lainnya. Untuk saat ini, aplikasi tersebut juga masih dirilis di iOS dan Android kawasan Australia saja.




(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.