Ada Celah di Bursa Mata Uang Virtual, Bitcoin Bisa Didapat Gratis

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 22 Feb 2018 13:14 WIB
bitcoincryptocurrency
Ada Celah di Bursa Mata Uang Virtual, Bitcoin Bisa Didapat Gratis
Masalah di bursa Jepang membuat konsumen bisa mendapatkan bitcoin gratis. (AFP PHOTO / JACK GUEZ)

Jakarta: Bursa jual-beli mata uang virtual di Jepang mengalami masalah yang memungkinkan investor untuk mendapatkan mata uang virtual, termasuk bitcoin, dengan gratis. Namun, tidak ada seorangpun yang mendapatkan untung dari glitch sementara tersebut. 

Masalah yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters itu terjadi pada bursa Zaif selama 20 menit pada 16 Februari walau glitch itu baru dipublikasikan ke masyarakat luas pada 20 Februari. 

Untungnya, masalah yang menghantui Zaif ini bisa diselesaikan dengan cepat. Bug tersebut membuat bitcoin dihargai nol. Untungnya, perusahaan dengan cepat menyadari hal ini dan menyelesaikannya. Selama 20 menit saat bitcoin bisa didapatkan dengan gratis, ada 7 orang yang membeli mata uang virtual itu tanpa membayar. 

Transaksi itu kemudian dibatalkan oleh Zaif setelah mereka menyadari kesalahan yang ada dan operasi berlanjut seperti biasa, lapor IB Times. Namun, ada satu pembeli bitcoin yang menolak untuk menerima pembatalan transaksi dan berusaha mendapatkan pembelian bitcoin gratis itu.

Menurut media Jepang, Asahi Shimbun, sang pelanggan mendapatkan bitcoin senilai JPY2.200 triliun (Rp280 kuadriliun) dan berusaha segera menguangkan bitcoin gratis tersebut. Nilai yang dia coba dapatkan melampaui nilai pasar bitcoin secara keseluruhan, yang hanya mencapai USD183 miliar (Rp 2.502 triliun). 

Masalah ini hanyalah satu dari banyak masalah yang dihadapi bursa mata uang virtual di Jepang. Banyaknya masalah itulah yang membuat pengawasan pemerintah menjadi semakin ketat dan membuat para konsumen khawatir untuk menggunakan platform jual-beli mata uang virtual.

Jepang merupakan salah satu negara yang paling awal mengadopsi cryptocurrency. Pada 2017, mereka bahkan menyatakan mata uang virtual sebagai metode pembayaran yang sah. Negara itu juga menjadi salah satu negara yang paling fokus untuk membuat regulasi dalam pasar mata uang virtual, dan mulai menyediakan lisensi untuk bursa mata uang virtual di dalam negeri. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.