Inilah 13 Startup yang Ikut Akselerasi Gelombang 2 Plug and Play

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 09 Jan 2018 14:55 WIB
plug and play
Inilah 13 Startup yang Ikut Akselerasi Gelombang 2 Plug and Play
Plug and Play mengumumkan 13 startup anggota program akselerator gelombang kedua.

Jakarta: Plug and Play mengumumkan gelaran pencarian startup berbakat gelombang kedua, terdiri dari 13 startup. Pada gelombang pertama, Plug and Play telah meluluskan sembilan startup pada gelombang satu program yang sama, pada September 2017 lalu.

"Setelah meluluskan sembilan di batch satu, sekarang kami memulai batch kedua. Di gelombang kedua ini, kami menerima 300 applicant, dan terpilih sebanyak 13 startup hasil pilihan Plug and Play Amerika Serikat, Indonesia dan koperasi mitra," ujar President Director Plug and Play Wesley Harjono.

Seperti gelombang pertama, startup pada program akselerasi gelombang kedua ini juga akan mendapatkan pendanaan awal (seed funding), serta workshop, 1-on-1 mentorship, dan coworking space gratis, akses ke Silicon Valley dan peluang kerja sama dengan koperasi mitra GK - Plug and Play.

Disinggung soal perbedaan yang ditemukan pada gelombang kedua, Wesley menyebut startup pada gelombang dua meliputi industri lebih luas dibandingkan dengan pada gelombang pertama.

Selain itu, startup tersebut juga hadir dengan kematangan bisnis lebih baik, berkat dukungan ekosistem yang juga lebih baik,

Startup pada gelombang kedua ini yaitu Blynk, Cheers, Dana Bijak, Datanest, Duit Hape, Eresto, Gandeng Tangan, Gringgo, Indogold, Manpro, Periksa ID, Trukita, dan Weston. Startup ini akan menjalankan program akselerasi selama tiga bulan.

Setelahnya, 13 startup tersebut dijadwalkan untuk mempresentasikan bisnis di GK - Plug and Play Expo. Pameran besar ini disebut akan diselenggarakan pada bulan April mendatang dan dihadiri oleh investor, pemerintah, eksekutif Level-C, dan media.

Melalui kehadiran startup yang kini dinaunginya, Plug and Play Indonesia berharap dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia. Selain itu, para startup ini juga diharapkan dapat merangkul lebih banyak usaha kecil menengah yang belum terjamah institusi besar maupun pemerintah.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.