Vine akan Bangkit Kembali?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 07 Dec 2017 17:52 WIB
media sosialtwitter
Vine akan Bangkit Kembali?
Dom Hoffman membuat kicauan tentang V2, yang diduga Vine versi kedua. (Twitter / Dom Hoffman)

Jakarta: Vine mungkin akan hidup kembali. Dom Hofmann, salah satu dari 3 pendiri layanan Vine, baru saja menampilkan teaser pada Twitter yang mengimplikasikan kemungkinan kembalinya platform video tersebut. 

Teaser dari Hofmann terlihat sederhana berupa kotak berwarna hijau yang menjadi khas Vine dan logo "V" yang dilengkapi dengan nomor 2.

Seperti yang disebutkan oleh CNET, ini bukan kali pertama Hofmann mengusung ide untuk menghidupkan kembali Vine, yang dengan cepat menjadi aplikasi gratis paling populer di App Store di Amerika Serikat ketika ia diluncurkan sebagai aplikasi mandiri pada 2013. 
 
Pada tanggal 30 November, Hoffman juga sempat mengunggah sebuah kicauan, menyebutkan bahwa dia sedang mengembangkan proyek "lanjutan Vine" dan dia akan mendanai proyek itu dengan dananya sendiri. Sayangnya, Hoffman tidak memberikan banyak informasi lain. 

Motherboard melaporkan, pada 2012, Twitter mengakuisisi Vine, sebelum Vine diluncurkan. Empat tahun kemudian, Twitter menutup Vine.

Salah satu pendiri Twitter, Rus Yusupov -- yang membuat aplikasi HQ Trivia dengan pendiri Vine lainnya -- secara terbuka mengaku menyesal menjual Vine setelah Twitter mematikan aplikasi Vine tahun lalu. 

Sekarang, Hoffman tampaknya berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat oleh Twitter. Mengingat Hoffman menggunakan nama "V2" dan gaya yang mirip, tampaknya proyek yang Hoffman sedang kerjakan adalah Vine 2.0. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.