Ponsel Candy Bar Masih Laku, Ini Alasannya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 03 Nov 2017 07:10 WIB
smartfren andromaxsmartfren telecom
Ponsel Candy Bar Masih Laku, Ini Alasannya
Hartadi Novianto, Division Head Device Sourcing and Management Smartfren. (MTVN)

Metrotvnews.com, Makassar: Smartfren terus berusaha mendorong pelanggannya beralih dari layanan 2G ke layanan 4G. Salah satu caranya dengan meluncurkan Andromax Prime, ponsel dengan desain candy bar seharga Rp349 ribu yang sudah bisa mengakses jaringan 4G.

Dalam acara uji jaringan di Makassar, Hartadi Novianto, Division Head Device Sourcing and Management Smartfren, menjelaskan mengapa masyarakat masih lebih suka menggunakan feature phone daripada smartphone

"Kami melakukan survei di beberapa tempat, menanyakan kenapa orang masih mau menggunakan ponsel seperti ini," kata Hartadi sambil menunjukkan feature phone buatan Smartfren. "Biasanya, orang yang menggunakan ponsel jadul, mereka sangat mobile. Kerjanya kemana-mana, terkadang ponsel jatuh."

Sementara ponsel model candy bar seperti Andromax Prime dikenal karena ketahanan bodinya. "Berbeda dengan ponsel touchscreen yang mudah pecah." Itu menjadi salah satu alasan mengapa sebagian orang lebih memilih untuk menggunakan feature phone daripada smartphone



Alasan lain pelanggan senang menggunakan feature phone adalah karena baterainya yang awet. Hartadi menyebutkan, baterai 2.000 mAh Andromax Prime bisa bertahan hingga sekitar 2-3 hari. Tidak heran baterai ponsel ini bisa bertahan lebih lama, mengingat layarnya hanya memiliki resolusi VGA dengan ukuran 2,4 inci. 

Alasan terakhir adalah masalah dana yang terbatas, ujar Hartadi. Dengan harga Rp349 ribu, Andromax Prime memiliki harga yang cukup jauh lebih murah dari harga smartphone. Sebagai perbandingan, salah satu smartphone buatan Smartfren, Andromax A2, dibanderol dengan harga Rp849 ribu.

Meskipun memiliki harga murah dengan desain layaknya ponsel tua, jelas Hartadi, Andromax Prime sudah bisa mengakses jaringan 4G dan terhubung ke jaringan WiFi. Ponsel ini bahkan sudah dilengkapi dengan kamera depan, memungkinkan pengguna untuk melakukan video call

Untuk membuat Andromax Prime, Smartfren bekerja sama dengan Haier. "Alasannya adalah karena mereka memiliki pabrik di Indonesia," ujarnya. Dengan begitu, Haier telah memenuhi persyaratan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) yang pemerintah tetapkan untuk perangkat mobile 4G. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.