Samsung Forum 2018

Tren Selfie Sudah Enggak Kekinian

Fitra Iskandar    •    Kamis, 08 Feb 2018 14:35 WIB
samsung
Tren Selfie Sudah Enggak Kekinian
foto: TrustedReviews

Roma: Mana yang lebih penting bagi kamu, kamera depan atau kamera belakang ponsel? Lain orang tentu lain pilihan. Namun, Samsung Galaxy A8+ dengan ponsel kelas premium dan semi premiumnya, memilih lebih memanjakan penyuka kamera belakang. Apa motivasinya?

Ini terkait dengan kegemaran selfie. Ada kecenderungan konsumen di level menengah ke atas mulai punya kebutuhan baru. Ingin berbeda.  

“Ada pergeseran tren,” kata Jo Sumidang, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia, sebelum acara Samsung Forum 2018, di Roma, Italia, 6 Februari 2018.

Kata Jo, dalam pengamatannya dari berbagai diskusi grup, tren selfie sudah kurang kekinian. “Mereka anggap kayaknya agak malu juga foto muka melulu. Mereka enggak mau disamain sama orang yang foto muka terus.”

Samsung Galaxy A8+dengan produk anyarnya seri A8 menangkap gejala itu, dan mencoba mendekati segmen yang cenderung ingin berbagi pengalaman yang lebih bernilai ketimbang sekadar berbagi foto selfie.  

Di era digital ini, segmen terbesar adalah mereka yang dikategorikan sebagai milenial. Siapa yang masuk kategori milenial? Bila dikaitkan dengan usia, mereka adalah kelompok yang tumbuh besar dengan gawai di sekeliling.

Kita kesampingkan dulu soal usia. Salah satu karakter milenial yang menonjol adalah menyukai hal-hal baru, ingin sesuatu yang berbeda.

Kebutuhan kelompok milenial yang baru mulai menikmati kesuksesan di dunia kantor maupun usaha, cenderung berbeda dengan kelompok usia di bawahnya seperti pelajar maupun mahasiswa pada umumnya. Secara psikologi, umumnya mereka mulai ingin lebih elegan dalam berekspresi.




 Fitur Foto Samsung A8+ ketika digunakan di ruangan museum yang minim cahaya.

“Di Indonesia, segmen premium berkembang pesat. Kami lihat ada peluang. Memang inovasi kami ke arah situ, sehingga yang kami targetkan bukan lagi anak kuliah. Tetapi mereka yang sudah lulus, sudah meniti karier, wirausaha,” kata Jo.

Milenial di segmen yang lebih dewasa, mereka senang  berpetualang. Mengunjungi tempat baru, sampai ke luar negeri. Mereka menginginkan kamera belakang yang andal dan fitur ponsel yang mendukung kesenangan jalan-jalan dan mengekspresikan diri . 
 
“Di taraf ini mulai ada kebutuhan nih. Masak HP-nya masih di level menengah. Mereka beranjak satu langkah ke depan. Untuk yang flagship, mungkin masih agak berat dijangkau.” Menurut Jo, Samsung seri A8 dan A8+ sudah cukup menjawab dengan fitur yang juga terdapat di kamera top Samsung ke seri semi premium itu. 

Kamera belakang Samsung A8 dan A8+ memiliki kemampuan 16 MP. Yang menonjol adalah aperture (bukaan diagframa) f/1.7. Ini yang membuat seri A8 dan A8+, cukup oke untuk menangkap objek dalam kondisi minim cahaya (low light).

Fitur lain yang ada di ponsel paling top Samsung Galaxy A8+ juga disematkan di seri A8. Bixby Vision dan Infinity Display. Soal Bixby, kami akan ulas di artikel lain.

“Anak milenial sekarang prinsipnya tidak harus mewah atau jor-joran. Bergaya tidak harus mahal. Bukan lagi ala orang kaya baru yang prinsipnya keren-kerenan dengan barang mahal. Mereka menginginkan yang tetap mewakili citra diri tetapi enggak mesti gila-gilaan,” kata Jo.

Untuk kebutuhan selfie, kamera depan Samsung A8 dan A8+ punya dua kamera. 16MP dan 8MP dengan bukaan F/1.9. Ada fitur juga yang memungkinkan efek bokeh dalam foto selfie. Namun Samsung tidak ingin terlalu menonjolkan kampanye kemampuan kamera depannya.

“Karena kami sasar segmen khusus,” ungkap Jo.   


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.