Kalahkan Apple, Microsoft Sempat Jadi Perusahaan Terbesar Dunia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Nov 2018 11:11 WIB
microsoft
Kalahkan Apple, Microsoft Sempat Jadi Perusahaan Terbesar Dunia
Microsoft sempat mengalahkan Apple dan menjadi perusahaan terbesar dunia. (AFP / VESA MOILANEN (STR))

Jakarta: Microsoft sempat mengalahkan Apple dan menjadi perusahaan dengan valuasi terbesar dunia. Ini kali pertama Microsoft dapat mengalahkan Apple dalam delapan tahun.

Valuasi Microsoft sempat mencapai USD812,93 miliar, mengalahkan Apple yang memiliki valuasi USD812,6 miliar.

Ini menjadikan Microsoft sebagai perusahaan terbesar dunia, meski gelar itu tidak lama mereka pegang. Saat ini, Microsoft dan Apple secara bergantian memegang gelar tersebut.

Apple pertama kali mengalahkan Microsoft pada 2010. Ketika itu, New York Times menyebutkan kejadian tersebut sebagai "akhir dari sebuah era dan awal dari era baru." Dalam waktu lima tahun terakhir, nilai saham Apple memang terus naik. Apple bahkan berhasil menjadi perusahaan dengan valuasi USD1 triliun.

Meskipun begitu, para investor khawatir tentang penjualan iPhone, yang memberikan kontribusi 60 persen pada total pendapatan Apple.

Perusahaan asal Cupertino itu telah memeringatkan para investor bahwa mungkin mereka akan gagal mencapai perkiraan Wall Street pada kuartal ini. Ini membuat nilai saham Apple turun.

Belum lama ini, Apple juga dikabarkan akan kembali memproduksi iPhone X karena rendahnya tingkat penjualan XS. Tidak hanya itu, Apple juga akan berhenti melaporkan jumlah penjualan iPhone, iPad, dan Mac. Ini akan membuat para analis kesulitan untuk memperkirakan penjualan iPhone di masa depan.

Sementara itu, nilai saham Microsoft dalam beberapa tahun belakangan juga terus membaik. Salah satu alasannya karena penunjukan Satya Nadella sebagai CEO pada Februari 2014. Nadella telah mengubah fokus Microsoft pada cloud.

Perusahaan software raksasa ini mampu bersaing dengan pesaing terbesar mereka, Amazon dan telah mendapatkan keuntungan besar dari bisnis cloud.

Pada bulan Mei, valuasi Microsoft mengalahkan valuasi Google. Setelah itu, Microsoft juga mengalahkan Amazon. Jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi lain, Microsoft memiliki jenis usaha yang sangat beragam.

Windows, Xbox, dan Surface hanya memberikan kontribusi 36 persen pada total pendapatan Microsoft. Sebagai perbandingan, 86 persen pendapatan Google didapat dari iklan.

Microsoft memang gagal untuk memperkenalkan smartphone buatannya. Namun, mereka terbukti dapat bertahan. Microsoft kini fokus pada teknologi antarplatform, cloud, kecerdasan, buatan dan kini mereka juga ingin mengembangkan komputasi kuantum dan mixed reality.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.