Chief Business Officer WhatsApp Mundur

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 27 Nov 2018 15:16 WIB
whatsapp
Chief Business Officer WhatsApp Mundur
Chief Business Officer WhatsApp mengundurkan diri. (AFP / Lionel Bonaventure)

Jakarta: Sekitar satu tahun setelah Co-Founder WhatsApp Brian Acton keluar dari Facebook, eksekutif lain dari aplikasi pengirim pesan itu memutuskan untuk mengikuti jejaknya.

Ialah Neeraj Arora, Chief Business Officer WhatsApp yang mengumumkan pengunduran dirinya karena dia ingin "mengambil waktu libur untuk memulihkan energi dan menghabiskan waktu bersama keluarga."

Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai USD19 miliar pada 2014. Ketika itu, mereka berjanji bahwa WhatsApp akan beroperasi mandiri di bawah Acton dan Co-Founder Jan Koum, yang menjabat sebagai CEO WhatsApp sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri pada April karena masalah privasi.

Arora, yang bergabung dengan WhatsApp pada 2011 dari Google, dikabarkan akan menggantikan Koum dan menjabat sebagai CEO. Setelah dia memutuskan untuk mengundurkan diri, masih belum diketahui siapa yang akan menjabat sebagai pemimpin WhatsApp, lapor TechCrunch.

Ketika mengumumkan pengunduran dirinya, Arora berkata bahwa dia "berhutang budi" pada Acton dan Koum, "yang memercayakan bisnis mereka pada saya selama bertahun-tahun."

Perusahaan anak Facebook, WhatsApp dan Instagram, kini tengah bergejolak setelah kehilangan para pendirinya. Dipercaya, para pendiri WhatsApp dan Instagram keluar karena adanya perbedaan prinsip dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg.

Dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan bahwa mereka meninggalkan Facebook beberapa tahun setelah Facebook mengakuisisi Instagram senilai USD1 miliar. Mereka mengumumkan hal ini pada September, beberapa bulan setelah Koum mengundurkan diri dari WhatsApp.

Selama beberapa tahun, Zuckerberg mulai mencampuri urusan Instagram, yang membuat para pemimpinnya marah. Sementara Koum menuliskan dalam sebuah artikel yang telah dihapus bahwa Zuckerberg maupun Facebook sama sekali tidak menghargai privasi orang lain.

"Perusahaan-perusahaan ini tahu segalanya tentang Anda, teman Anda, ketertarikan Anda, dan mereka akan menggunakan informasi ini untuk menampilkan iklan. Semua perusahaan yang menjual iklan, sebagian besar tim teknisi mereka menghabiskan waktu untuk menambang data, menulis kode yang lebih baik untuk mengumpulkan data pribadi Anda... ingat, terkait iklan, penggunalah produknya."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.