Inilah Smartphone Lipat Perdana Samsung

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 08 Nov 2018 10:11 WIB
samsung
Inilah Smartphone Lipat Perdana Samsung
Ponsel lipat Samsung. (Juan Garzon/CNET)

Jakarta: Samsung memamerkan smartphone lipat pertamanya kemarin, menyebutkan bahwa ponsel ini akan diproduksi secara massal dalam waktu beberapa bulan ke depan. 

Justin Denison, Samsung Senior Vice President of Mobile Marketing memarkan ponsel lipat itu dalam Samsung Developer Conference. Ketika dalam keadaan terlipat, perangkat ini akan menjadi ponsel sementara ketika perangkat membuka, ia akan menjadi tablet.

Ponsel tersebut menggunakan teknologi layar baru yang disebut Infinity Flex Display, yang memungkinkan Anda untuk membuka dan menutup layar berulang kali tanpa perlu khawatir layar akan rusak.

"Infinity Flex Display merepresentasikan platform mobile yang sama sekali baru," kata Denison, seperti yang dikutip dari CNET.

"Kita hidup di dunia yang membatasi besar layar hanya pada besar bodinya. Sekarang, kita telah menambahkan dimensi baru bagi Anda untuk menonton dan melakukan banyak hal."

Kemungkinan, desain yang dipamerkan oleh Denison bukanlah produk akhir dari Samsung. Tampaknya, produk akhir dari Samsung akan terlihat lebih ramping dengan bezel yang lebih tipis dari ponsel yang ditunjukkan sekarang. 

"Apakah ponsel lipat pertama Samsung akan sukes atau gagal, tergantung cara penggunaan perangkat itu," kata Analis CCS Insights, Ben Wood.

"Jika ponsel ini mudah digunakan dan memiliki desain yang menarik, ia akan menarik perhatian para pecinta gadget. Namun, jika ia sulit untuk digunakan dan memiliki bodi besar, ia akan sulit untuk dijual."

Ponsel lipat ini dapat menjalankan tiga aplikasi sekaligus. Samsung menyebut fitur ini sebagai Multi Acrive Window. Head of Android UX, Google, Glen Murphy juga melakukan presentasi dalam acara Sammsung, mengatakan bahwa Android akan mendukung penuh pengembangan teknologi ponsel lipat. 

Deniso menambahkan, Samsung juga tengah mengembangkan teknologi layar yang bisa digulung atau ditarik. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.