Tantan Ingin Jadi Solusi Pencari Pasangan untuk Perempuan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 29 Nov 2018 08:23 WIB
teknologi
Tantan Ingin Jadi Solusi Pencari Pasangan untuk Perempuan
Tantan mencoba menghadirkan kemudahan mencari pasangan baru perempuan perkotaan yang sibuk.

Jakarta: Tantan mencoba peruntungannya di ranah aplikasi pencarian pasangan hidup bagi masyarakat dengan tingkat kesibukan tinggi, dan menjadikan perempuan sebagai target pengguna aplikasinya.

Upaya ini didasarkan oleh keyakinan bahwa perempuan sudah tidak perlu lagi bersikap pasif dalam menemukan pasangan, dan Indonesia dinilai Tantan sebagai negara dengan tingkat kemandirian perempuan yang tinggi.

“Berbagai filter yang tersedia di Tantan kami harapkan dapat membantu para wanita Indonesia menemukan belahan jiwanya dengan cara yang positif, dan dengan dukungan fitur keamanan yang selalu kami tingkatkan”, Jack WU, Direktur Marketing Tantan untuk Asia.

Selain itu, upaya Tantan tersebut juga didasarkan pada hasil penelitian Grant Thronton menyebut Indonesia sebagai salah satu dari negara dengan jumlah wanita yang menduduki posisi penting di perusahaan dan pemerintahan tertinggi di seluruh dunia.

Penelitian ini juga menampilkan Asia Tenggara sebagai wilayah tertinggi kedua di dunia dengan jumlah perempuan yang menduduki posisi tinggi di perusahaan. Pada penelitian ini, kawasan Asia Tenggara hadir dengan persentase sebesar 34 persen.

Namun jika berdasarkan hitungan negara, Rusia menjadi pemimpin di daftar penelitian ini, dengan persentase sebesar 45 persen. Pada posisi kedua ditempati Filipina dan Lithuania sebesar 39 persen, sedangkan Estonia dan Thailand menempati tempat ketiga dengan persentase sebesar 37 persen.

Sementara itu, sebanyak sebesar 36 persen posisi senior di perusahaan di Indonesia dijabat oleh perempuan. Kondisi ini turut didorong akses terhadap teknologi dan informasi yang semakin terbuka, memungkinkan perempuan lebih maju.

Penelitian Academy for Educational Development menyebut dari sekitar 30 negara, penggunaan internet di negara berkembang kurang dari 1 persen dari total penduduk. Sebanyak 22 persen perempuan pengguna internet terdapat di wilayah Asia, 38 persen di Amerika Latin, enam persen di Timur Tengah dan sedikit di Afrika.

Sebagian besar perempuan pengguna internet ini mengakses internet via komputer guna menggunakan pekerjaan rutin di perkantoran dan memiliki pendidikan tinggi. Fakta terkait tingkat pendidikan tinggi dan pekerjaan dinilai sebagai salah satu faktor yang berperan dalam permasalahan kesulitan mencari pasangan hidup.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.