Doku Nyatakan Dukung Eksistensi E-Commerce Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 16 Jun 2017 09:39 WIB
e-commerce
Doku Nyatakan Dukung Eksistensi E-Commerce Indonesia
Doku mendukung eksistensi e-Commerce melalui kehadiran layanan transaksi keuangan untuk pengguna tanpa akses bank.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertumbuhan yang dialami e-commerce di Indonesia tidak lepas dari dukungan berbagai faktor, termasuk infrastruktur. Pertumbuhan tersebut diprediksi belum akan melambat hingga tahun 2020 mendatang.

Mengacu pada nilai transaksi, Kementerian Komunikasi dan Informatika memprediksi nilai ini akan mengalami pertumbuhan hingga USD130 miliar pada tahun 2020. Namun jumlah transaksi e-commerce ini belum diimbangi oleh kepemilikan rekening bank atau kartu kredit oleh masyarakat Indonesia.

Hal ini menjadi alasan DOKU untuk menghadirkan layanan dalam melakukan transaksi online dengan mudah dan aman. Melalui layanannya, DOKU mengklaim penggguna tidak hanya dapat memanfaatkannya untuk berbelanja, namun juga untuk melakukan aktivitas finansial lain seperti transfer atau membayarkan tagihan.

“DOKU hadir untuk membantu konsumen mengelola pengeluaran rutin bulanan dan juga mempermudah akses pembayaran ketika mereka hendak berbelanja online. Kami berharap hal ini dapat membantu masyarakat untuk lebih pintar dan bijak dalam mengatur pengeluaran rutin mereka,” ujar Chief Marketing Officer DOKU, Himelda Renuat.

Melalui layanannya, DOKU berharap dapat membantu para pedagang mitranya untuk mengembangkan bisnis, dengan menjangkau konsumen-konsumen baru yang tidak terjangkau karena tidak mempunyai akses bank.

DOKU juga menyebut terus berupaya untuk memperluas ekosistem “cashless society” dengan merangkul berbagai komunitas, termasuk komunitas pengembang, dan mulai menggelar ajang pertemuan untuk pengguna layanan ini secara rutin.

Telah digunakan oleh lebih dari 25.000 mitra pedagang dari berbagai segmen, DOKU menargetkan pertumbuhan sebesar 30 hingga 40 persen per tahun. Sementara itu, DOKU mencatat pertumbuhan sebesar 68 persen selama Januari hingga akhir Mei 2017.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.