Oorth, Aplikasi Komunitas Berbasis Kearifan Lokal

Pythag Kurniati    •    Rabu, 20 Sep 2017 10:53 WIB
aplikasidigitalnkri
Oorth, Aplikasi Komunitas Berbasis Kearifan Lokal
Oorth siap meluncur bulan Oktober

Metrotvnews.com, Solo: Media sosial bisa dikatakan menjadi kebutuhan penting bagi setiap orang. Tidak semua media sosial diciptakan dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

Hal tersebut melatarbelakangi tiga anak bangsa, Krishna Adityangga (34), Mulyono Herman (36) dan Dhanny Ardiansyah (34) menciptakan aplikasi Oorth. Aplikasi ini dibuat dengan memasukkan konten-konten kearifan lokal dan disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.

“Kita mengenal banyak media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Telegram. Namun belum ada yang mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia sesuai kearifan lokalnya,” ungkap Chief Technology Officer (CTO) Oorth, Mulyono Herman, Rabu, 20 September 2017.

Bersama kedua rekannya, Mulyono kemudian melakukan riset mengenai kebutuhan-kebutuhan masyarakat Indonesia di pedesaan serta perkotaan terhadap media sosial. Butuh waktu dua tahun untuk menelurkan aplikasi Oorth.

Chief Executive Officer (CEO) Oorth, Krishna menjelaskan aplikasi ini mewadahi kebutuhan berkomunitas. Berbagai fasilitas di dalamnya didasarkan pada kebiasaan masyarakat Indonesia yang cenderung beraktivitas dalam komunitas.

Aplikasi Oorth memiliki dua layer, yakni personal dan komunitas. Namun, yang menarik dari aplikasi ini adalah layer komunitas.

Di dalamnya terdapat beberapa fitur seperti tegur sapa, wallet, donasi dan stream. “Semua memungkinkan anggota melakukan kegiatan berkomunitas dengan lebih baik dan transparan,” jelas pria asal Kota Solo, Jawa Tengah tersebut.

Fitur wallet mempermudah anggota komunitas melakukan iuran tanpa harus bertatap muka. “Di sana semua anggota juga bisa melihat berapa saldo iuran, penggunaan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Terdapat pula fitur community organizer yang meliputi kalender dan catatan. “Ada note yang bisa dibaca semua anggota komunitas serta kalender untuk menata jadwal komunitas beserta fasilitas reminder-nya,” papar Krishna.

Nama ‘Oorth’ dipilih dari nama sabuk galaksi Bimasakti. “Sabuk itu mengaitkan banyak benda-benda langit,” tuturnya.

Aplikasi Oorth bakal diluncurkan di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 2017. Sebagai tahap awal, mereka menyasar target masyarakat Indonesia. “Tidak menutup kemungkinan kami juga akan go internasional,” pungkas dia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.