Telkom: Layanan Satelit Telkom 1 Sudah Pulih 71%

Riandanu Madi Utomo    •    Selasa, 05 Sep 2017 15:33 WIB
telkomtelekomunikasi
Telkom: Layanan Satelit Telkom 1 Sudah Pulih 71%
Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga (MTVN/DANU)

Metrotvnews.com, Jakarta: Telkom Indonesia hari ini menggelar konferensi pers untuk menjelaskan perkembangan pemulihan layanan satelit Telkom 1 yang mati pada akhir bulan Agustus lalu.

Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga mengatakan saat ini proses pemulihan layanan sudah mencapai 71 persen. Pihaknya juga mengatakan sangat optimis dengan target pemulihan layanan yang jatuh tanggal 10 September mendatang.

"Dari total 15.019 site yang bermasalah, 10.654 di antaranya atau sebanyak 71 persen sudah dilakukan repointing," ujar Alex. "Dari jumlah tersebut, sebanyak 66 persen atau 7.658 site merupakan layanan ATM perbankan yang kini sudah pulih."

Proses penanggulangan kali ini melibatkan dua operasi utama, yaitu penggantian transponder satelit dan repointing parabola di berbagai ground site. Proses penggantian transponder sendiri sudah selesai sejak tanggal 30 Agustus kemarin melaui Stasiun Pengendali Utama Satelit Cibinong. Sementara proses repointing dilakukan oleh 7 kantor regional Telkom di seluruh Indonesia.

Proses pemulihan layanan satelit Telkom 1 juga melibatkan 2.195 personil dengan operasi 24 jam. Pemantauan juga dilakukan secara terus-menerus dengan target pemulihan sekitar 1.200 site per hari, sehingga semua layanan yang menggunakan satelit Telkom 1 akan kembali pulih tanggal 10 September sesuai yang dijadwalkan.

Meski demikian, Alex masih belum mau memberitahu berapa kerugian yang ditanggung oleh Telkom hingga saat ini. Penyebab matinya satelit Telkom 1 juga masih dalam penyelidikan dengan melibatkan langsung pembuatnya yaitu Lockheed Martin.

"Penyebabnya masih dalam penyelidikan dan akan memerlukan waktu yang cukup lama. Sementara kerugian kami juga masih hitung. Saat ini kami masih fokus untuk pemulihan layanan," ujar Alex.

Satelit Telkom-1 sendiri diluncurkan pada tahun 1999 dan diperkirakan memiliki umur 15 tahun. Satelit tersebut kembali diperiksa pada tahun 2014, yaitu saat umurnya diperkirakan habis, namun kondisinya masih mumpuni untuk melayani pelanggannya sehingga kembali digunakan hingga saat ini.

Pihak Telkom melalui stasiun kontrol satelit di Cibinong pertama kali menemukan anomali di satelit Telkom-1 pada hari Jumat (25/8/2017). Saat itu, kualitas sinyalnya perlahan menurun dan mati sepenuhnya menjelang malam hari.


(MMI)

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie
Review Smartphone

Vivo V7+, Layar Luas Manjakan Pecinta Selfie

2 days Ago

Vivo V7 Plus kembali mengunggulkan kemampuan kamera depan, yang diklaim mampu memanjakan penggu…

BERITA LAINNYA
Video /