Intel Masukkan Kecerdasan Buatan ke USB

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 26 Jul 2017 12:54 WIB
intel
Intel Masukkan Kecerdasan Buatan ke USB
Movidius Neural Compute Stick. (Intel Corp.)

Metrotvnews.com: Jaringan syaraf komputer memang didasarkan pada otak manusia, tapi ia dapat menyortir data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola dengan jauh lebih baik.

Sekarang, Intel ingin agar sistem kecerdasan buatan ini bisa diakses oleh developer dan perusahaan yang tidak terlalu besar. Untuk itu, Movidius, yang diakuisisi Intel, meluncurkan Neural Compute Stick. Meski memiliki ukuran layaknya USB biasa, ia menyimpan algoritma deep learning. 

Beberapa tahun belakangan, kemampuan jaringan syaraf komputer digunakan untuk berbagai hal, mulai dari deteksi kanker hingga pemetaan gnome manusia. Namun, seperti yang disebutkan oleh New Atlas, proyek itu biasaya melibatkan perusahaan raksasa seperti Google.

Dengan Movidius Neural Compute Stick, Intel berkata mereka akan "mendemokrasikan" teknologi kecerdasan buatan, sehingga di masa depan, teknologi itu bisa dimanfaatkan oleh perusahaan atau developer skala kecil untuk membuat produk sendiri. 

Otak di balik Stick adalah Visual Processing Unit (VPU) Myriad 2, yang secara khusus didesain untuk perangkat mobile dan wearable. Itu artinya, ia memiliki performa yang baik, bisa diprogram serta memiliki ukuran kecil dan membutuhkan daya kecil. 

"Myriad 2 yang ada dalam Movidius Neural Compute Stick menawarkan performa yang mumpuni dan efisien -- lebih dari 100 gigaflops dengan daya 1 watt -- untuk menjalankan jaringan sistem syaraf secara langsung dari perangkat ini," ujar Remi El-Ouazzane, Vice President dan General Manager dari Movidius. "Ini memungkinkan berbagai penggunaan AI untuk dijalankan secara offline."

Stick bisa digunakan untuk menjalankan jaringan syaraf standar atau yang telah disesuaikan dengan kebutuhan sebuah perusahaan. Perangkat ini tersedia dengan harga USD79 (Rp1,1 juta). 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.