iflix Dapat Suntikan Duit Rp1,8 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 09 Aug 2017 13:06 WIB
iflix
iflix Dapat Suntikan Duit Rp1,8 Triliun
iflix baru saja mendapatkan dana.

Metrotvnews.com: iFlix mendapatkan kucuran dana segar sebesar USD133 juta (Rp1,8 triliun). Pendanaan kali ini dipimpin oleh Hearst, salah satu konsorsium media, informasi dan layanan asal Amerika Serikat. Beberapa investor lainnya meliputi perusahaan investasi asal Singapura, EDBI dan beberapa rekan dari bank swasta DBS. 

Para pemegang saham saat ini -- seperti Evolution media, Sky PLC, Catcha Group, Liberty Global, Jungle Ventures dan PLDT Inc. -- juga ikut menaikkan jumlah investasi mereka di layanan video-on-demand yang diluncurkan pada 2015 ini.

Selama satu tahun belakangan, iFlix berhasil melebarkan sayapnya dari 4 negara ke 19 negara di Asia, Timur Tengah dan Afrika. Salah satu taktik mereka adalah dengan bekerja sama dengan 27 operator telekomunikasi.

Selain itu, mereka juga fokus pada proses lokalisasi dan menawarkan konten lokal yang berbeda-beda di setiap wilayah. Salah satu konten lokal yang iFlix sediakan adalah Oi Jaga Mulut, stand up comedy yang diluncurkan pertama kali di Malaysia minggu lalu. Di Indonesia, konten lokal yang iFlix sediakan adalah streaming sepak bola. 

"Seiring dengan perkembangan iFlix, kami mencari rekan yang dapat memberikan tambahan pengalaman dan kemampuan ke bisnis kami," ujar Co-founder dan Group CEO iflix, Mark Britt.

"Pendanaan baru ini akan memudahkan kami untuk mengeksekusi strategi konten lokal kami dan juga memperluas teknologi dan tim sehingga kami bisa dapat mengembangkan layanan kami dan menyelesaikan masalah yang kami temui di pasar berkembang."

Jumlah pelanggan iFlix naik hingga 3 kali lipat dengan durasi rata-rata menonton di ponsel mencapai 2,5-2,75 jam, yang diklaim lebih tinggi dari semua layanan video-on-demand lainnya. Terkait pemasukan, pendapatan iFlix naik sebesar 230 persen dalam waktu satu tahun. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.