AI Belajar Cara Membuat Game Mario Bros dengan Menonton

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 11 Sep 2017 10:28 WIB
teknologi
AI Belajar Cara Membuat Game Mario Bros dengan Menonton
Sebuah AI bisa membuat engine untuk game 2D platformer dengan menontonnya. (Nintendo UK)

Metrotvnews.com: Biasanya, ketika sistim kecerdasan buatan memerhatikan sebuah game, ia kemudian dapat memainkan game tersebut.

Begitulah cara AI atau kecerdasan buatan mempelajari cara bermain Go dan game klasik Atari. Namun, sekelompok peneliti dari Georgia Institute of Technology mencoba metode yang sama untuk tujuan yang berbeda. Mereka ingin membiarkan AI menonton seseorang bermain game dengan tujuan AI bisa mengetahui bagaimana cara kerja sebuah game. 

Dalam sebuah laporan ilmiah berjudul "Game Engine Learning from Video", tim peneliti itu menjelaskan sebuah sistim AI yang bisa menciptakan sebuah engine dari game seperti Super Mario Bros. Hanya dengan menonton seseorang memainkannya.

AI itu tidak memiliki kode dari game itu. Ia hanya akan melihat game dimainkan dan ia akan belajar untuk membuat tiruan game tersebut. Hasil buatan AI ini memang tidak sempurna, tapi cukup baik, lapor The Verge.

Ini adalah pertama kalinya metode ini dicoba dalam sistim AI untuk video game. Namun, masih ada keterbatasan dalam penggunaan sistim ini. Sejak awal AI dalam penelitian telah mendapatkan dua informasi utama. Pertama, kumpulan gambar objek yang digunakan dalam game. Kedua, informasi tentang konsep dasar seperti posisi objek dan kecepatannya, yang akan AI gunakan untuk menganalisa apa yang ia lihat.

Dengan informasi ini, AI dapat memecah permainan ke dalam frame terpisah, menentukan apa yang ia lihat dan membuat peraturan untuk menjelaskan kejadian dalam frame tersebut. 

"Untuk masing-masing frame dari video, kami memiliki parser yang akan mengumpulkan fakta-fakta yang ada. Misalnya, bagaimana animasi Mario atau berapa kecepatan objek-objek yang ada dalam frame," kata Matthew Guzdial, penulis utama dari laporan ini.

"Jadi, misalnya, Mario ada di atas Goomba dalam satu frame dan pada frame berikutnya, Goomba menghilang. Dari sana, AI akan membuat peraturan bahwa ketika Mario berada di atas Goomba dengan kecepatan negatif, Goomba akan menghilang."

Lama-kelamaan, sistim AI akan mengumpulkan peraturan-peraturan ini dan menggabungkannya menjadi game engine. Peraturan-peraturan tersebut bisa diubah ke dalam beberapa bahasa pemprograman yang kemudian digunakan untuk membuat game itu sendiri.

Sementara, sistim AI ini hanya bisa digunakan pada game 2D platformer. Alasannya, karena ia masih bergantung pada informasi yang diberikan manusia untuk mengerti apa yang terjadi dalam sebuah game. Melakukan ini pada game 3D akan jauh lebih sulit dan memakan waktu lebih lama. 


(MMI)

Xiaomi  Mi 7 Muncul di MWC 2018?
MWC 2018

Xiaomi Mi 7 Muncul di MWC 2018?

1 day Ago

Xiaomi akan turut hadir di ajang MWC 2018 mendatang, dan dikabarkan akan mengumumkan Mi 7.

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.