Spotify Tolak Tawaran Akuisisi Tencent?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 17 Sep 2017 12:29 WIB
spotify
Spotify Tolak Tawaran Akuisisi Tencent?
Spotify menolak tawaran dari Tencent. (Thomas Trutschel/Photothek via Getty Images)

Metrotvnews.com: Spotify memang dikabarkan berencana untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Amerika Serikat tahun depan. Namun, hal itu tidak menyurutkan ketertarikan Tencent untuk mengakuisisinya. Spotify dikabarkan menolak tawaran perusahaan raksasa Tiongkok dengan valuasi USD380 miliar.

Tencent tertarik untuk membeli Spotify dalam usahanya untuk memperluas bisnis musik mereka ke luar Tiongkok dan Asia, ujar narasumber yang tahu tentang hal ini pada TechCrunch. Spotify dan Tencent menolak untuk berkomentar tentang hal ini. 

Masih tidak jelas apakah keduanya sempat berbicara mengenai harga. Tapi, mengingat Spotify berencana untuk melakukan IPO, kecil kemungkinan diskusi mereka dengan Tencent sempat membahas harga. Alasan Tencent tertarik untuk membeli Spotify terlihat jelas. 

Spotify telah menjadi layanan streaming musik ternama di dunia. Mereka memiliki lebih dari 140 juta pelanggan aktif dan 60 juta pelanggan berbayar. Perusahaan yang berumur 11 tahun itu dihargai USD13 miliar. Pesaing utama mereka adalah Apple, yang meluncurkan layanannya lama setelah Spotify muncul dan kini memiliki pelanggan berbayar sebanyak 27 juta. 

Sementara Tencent sendiri tengah mengambangkan bisnis musiknya. Divisi utamanya, Tencent Music, didirikan setelah QQ Music Business milik Tencent merger dengan China Music Corp tahun lalu. Dengan 3 layanan utama, QQ Music, Kugou, dan Kuwo, Tencent Music memiliki 600 juta pengguna. Dikabarkan, mereka berencana mendapatkkucuran dana sebelum melakukan IPO.

Selain bisnisnya di Tiongkok, Tencent terlihat tertarik untuk masuk ke pasar dunia. Mereka mengoperasikan Joox, layanan musik freemium yang telah mendapatkan momentum di Asia Tenggara. Spotify, yang tersedia di 60 negara, bisa membuat rencana ekspansi internasional Tencent menjadi nyata. Namun, tampaknya rencana Tencent itu harus berakhir dengan kegagalan. 


(MMI)